Diskusi bertajuk "Jelang Pilpres: Jokowi Blunder & Panik?" di Kantor Seknas Prabowo-Sandi, Jalan HOS Tjokroaminoto, Menteng, Jakarta, Selasa (12/2/19). Foto: telusur.co.id/Tio Pirnando

telusur.co.id- Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon menilai, banyaknya pihak-pihak dari oposisi yang mengkritik dan dibungkam, bukti petahana mulai kehilangan kepercayaan diri.

Karenanya, Fadli menyindir, sikap seperti itu ditempuh petahana, kemungkinan dalam rangka untuk menaikkan elektabilitas.

“Inilah yang menurut saya yang terjadi ketika petahana memulai di angka yg sangat kecil elektabilitas 56 (%), sebetulnya dia sudah kalah. Karena, perolehan dia di 2014 saja itu 53 (%). Jadi, tidak bergerak apa yang terjadi 5 tahun lalu dari sekarang. Karena janji-janjinya tidak ditepati,” kata Fadli dalam sebuah diskusi bertajuk “Jelang Pilpres: Jokowi Blunder & Panik?” di Kantor Seknas Prabowo-Sandi, Jalan HOS Tjokroaminoto, Menteng, Jakarta, Selasa (12/2/19)

BACA JUGA :  Plt Ketua DPR Anggap Penolakan Ustadz Abdul Somad Pelecehan terhadap WNI

Selain itu, Wakil Ketua DPR ini juga mengklaim, eleketabilitas capres nomor urut satu, semakin menurun. Sedangkan Prabowo-Sandi, klaim Fadli, semakin “meroket”.

Kemungkinan, lanjut Fadli, pada bulan depan, eleketabilitas Jokowi-Ma’ruf Amin akan semakin menurun.

“Petahana sedang alami krisis elektabilitas sementara elektabilitas Prabowo-Sandi cenderung naik. Saya yakin bulan besok kita akan melampaui mereka,” dalihnya.[asp]

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini