Diskusi bertajuk "Jelang Pilpres: Jokowi Blunder & Panik?" di Kantor Seknas Prabowo-Sandi, Jalan HOS Tjokroaminoto, Menteng, Jakarta, Selasa (12/2/19). Foto: telusur.co.id/Tio Pirnando

telusur.co.id – Anggota Dewan Pengarah Badan Pemenangan Nasional pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno (BPN) Fadli Zon membandingkan elektabilitas Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dengan Joko Widodo saat menjadi petahana dalam Pilpres. .

Menurut dia, elektabilitas SBY saat maju sebagai petahana pada Pilpres 2009, berada di atas 60 persen, sedangkan Jokowi di awal masa Pilpres 2019 hanya 52 persen.

“Ketika petahana memulai elektabikitasnya di angka yang sangat kecil 52 persen, sebetulnya dia sudah kalah,” kata Fadli dalam sebuah diskusi bertajuk “Jelang Pilpres: Jokowi Blunder & Panik?” di Seknas Prabowo-Sandi, Jalan Tjokroaminoto, Menteng, Jakarta, Selasa, (12/2/19).

BACA JUGA :  Strategi Playing Victim SBY Sudah Kuno

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra ini juga mengklaim, selama empat tahun kepemimpinan capres petahana, eleketabilitasnya cenderung stagnan bahkan menurun.

“Jadi, artinya tidak ada capaian yang membuat rakyat ini menambah atau mengokohkan pilihannya,” dalihnya.

Sebagai capres petahana, lanjut Fadli, sebenarnya Jokowi sangat mudah dalam berkampanye, dimana cukup memaparkan capaian-capaian pembangunan. Mulai dari pembangunan infrastruktur, pemerataan dan lain sebagainya.

“Seorang petahana itu, biasanya bicara bahwa inilah yang sudah saya lakukan, ini keberhasilan saya, tetapi klaim itu terlalu mudah dipatahkan,” tandasnya. [asp]

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini