Front Perjuangan Rakyat (FPR) Jakarta mengecam pembubaran paksa dan penangkapan oleh Kepolisian Daerah (POLDA) Metro Jaya terhadap 35 orang buruh PT. Freeport Indonesia yang menginap dan menggelar aksi demonstrasi di depan Istana Negra.FOTO:istimewa

telusur.co.id – Front Perjuangan Rakyat (FPR) Jakarta mendukung penuh perjuangan buruh PT. Freeport Indonesia dan Awak Mobil Tangki (AMT) Pertamina yang berjuang menuntut pemenuhan haknya.

“Front Perjuangan Rakyat (FPR) Jakarta mengecam pembubaran paksa dan penangkapan oleh Kepolisian Daerah (POLDA) Metro Jaya terhadap 35 orang buruh PT. Freeport Indonesia yang menginap dan menggelar aksi demonstrasi di depan Istana Negra pada hari Rabu (13/2/19) lalu,” kata Koordinator FPR-Jakarta, Sujak Supriyadi, Kamis (13/2/19).

Pembubaran paksa atas aksi demonstrasi tersebut terjadi sekitar pukul 19.30 WIB, setelah massa aksi dari buruh PT. Freeport Indonesia dan Awak Mobil Tangki (AMT) Pertamina beserta keluarganya menghadang iring-iringan mobil presiden Jokowi yang keluar dari Istana melintasi jalan Medan Merdeka Barat.

Sekitar 50 orang buruh PT. Freeport Indonesia (PT. FI) yang menginap dan mengikuti aksi di depan istana adalah sebagian dari 8.300 orang buruh Korban PHK oleh majemen PT. FI sejak tahun 2017 lalu.

“Mereka datang dan menginap di depan Istana sejak tanggal 3 Februari 2019, untuk menuntut dipekerjakan kembali. Upaya perjuangan yang dilakukan hingga menginap di depan Istana adalah salah satu tahapan perjuangan yang dilakukan sejak tahun 2017, namun tidak mendapatkan perhatian keseriusan Pemerintah Indonesia,” terang Sujak.

Sementara itu, buruh yang tergabung dalam Serikat pekerja Awak Mobil Tanki (SP-AMT) Pertamina yang juga bersama-sama dengan buruh PT. FI, tengah mengalami masalah yang sama, yakni megalami PHK sepihak sejak 2016 lalu, sekitar 1.095 buruh AMT diPHK sepihak hanya melalui pesan singkat (SMS).

“Buruh AMT juga telah melakukan berbagai upaya agar dipekerjakan kembali. Bahkan Pada tanggal 31 Januari 2019, Perwakilan buruh AMT telah bertemu dengan Presiden Jokowi dan staffnya, untuk penyelesaian kasus yang dihadapi. Namun hingga tanggal 11 Februari 2019, buruh AMT tidak mendapat kejelasan apapun sebagai tindak lanjut pengaduan mereka kepada Presiden Jokowi,” bebernya.

Menurut Sujak, masalah yang tengah dihadapi oleh Buruh PT. FI maupun AMT adalah salah satu contoh dari sekian banyak kasus serupa yang dialami oleh buruh di Indonesia. Sementara pemerintah terus mengabaikan dan tidak pernah sanggup menyelesaikan permasalahan yang dialami oleh buruh.

“Kenyataannya, bekerja diperusahaan milik Negara sekalipun, pemerintah tidak pernah memiliki kehendak untuk serius dan bertanggungjawab untuk menjamin dan melidungi hak rakyatnya,” kata dia.

Pada saat yang sama, lanjut dia, intimidasi dan kekerasan selalu mejadi cara utama pemerintah dalam menjawab tuntutan rakyat.

“Kenyataan atas pembubaran paksa aksi buruh PT. FI dan AMT serta penangkapan terhadap 35 buruh PT. FI oleh Polda Metro Jaya adalah cermin pemerintahan Jokowi-JK adalah pemerintah yang anti kritik, anti demokrasi dan anti rakyat,” tegasnya.

Berdasarkan kenyataan itu, Front Perjuangan Rakyat (FPR) Jakarta mengutuk pembubaran paksa dan penangkapan oleh Kepolisian Daerah (POLDA) Metro Jaya terhadap 35 orang buruh PT. Freeport Indonesia.

“Kami juga menyatakan dukungan sepenuhnya kepada perjuangan buruh PT. Freeport Indonesia dan Awak Mobil Tangki (AMT) Pertamina menuntut pemenuhan hak demokratisnya,”

Atas kenyataan tersebut juga, Front Perjuangan Rakyat meuntut kepada Presiden Jokowi:

  1. Bebaskan segera, 35 buruh freeport yang ditahan Polda Metro Jaya tanpa syarat!
  2. Penuhi segera seluruh tuntutan Buruh PT.Freeport indonesia dan Buruh Awak Mobil Tangki Pertamina
  3. Hentikan seluruh bentuk represi terhadap rakyat yang memperjuangkan hakya secara khusus terhadap buruh PT.Freeport Indonesia dan Buruh Awak Mobil Tangki Pertamina.

“Selain itu FPR juga menyerukan kepada seluruh buruh Indonesia untuk memperkuat persatuan dan mendukung perjuangan buruh Freeport Indonesia dan Buruh Awak Mobil Tangki Pertamina untuk mendapatkan haknya,” demikian Sujak.[asp]

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini