Wakil Ketua MPR RI, Hidayat Nur Wahid / Net

telusur.co.id – Penolakan terhadap kedatangan calon wakil Presiden nomor 02, Sandiaga Uno di Bali, saat hendak melakukan kampanye, mendapat protes keras dari Wakil Ketua Penasihat Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandiaga, Hidayat Nur Wahid (HNW).

Hidayat, yang juga Wakil Ketua MPR RI itu menilai penolakan Sandi di Bali perlu dikritisi. Karena, tidak sesuai dengan asas demokrasi.

“Kalau ini dibiarkan akan menghadirkan sesuatu yang tidak demokratis. Seolah-olah pemilu sudah selesai. Jadi kawasan memilih siapa, orang lain tidak boleh masuk,” kata Hidayat di gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (25/2/19).

BACA JUGA :  Andi Arief Samakan Jokowi Dengan Soeharto

Politikus PKS itu mengatakan, sebagai negara yang menganut sistem demokrasi, seharus siapa pun capres-cawapres yang berkunjung, seharusnya dihormati. Sehingga tidak mencederai Pemilu yang bebas dan jurdil.

“Seharusnya tidak masalah kalau pilihannya berbeda. Tapi saling menghormati.”

Kalau pun penolakan itu berasal dari relawan pasangan capres-cawapres 01, Jokowi-Maruf. Hidayat meminta Tim Kampanye Nasional 01 untuk menegurnya.

“Harusnya dari pihak TKN menegur. Jangan sampai nanti adanya pembelahan dan semacamnya. Kalau misalkan ini jadinya balas membalas apa jadinya Indonesia,” kata dia. [ipk]

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini