Presiden AS Donald Trump. FOTO: AFP

telusur.co.id – Presiden AS Donald Trump dikenal sebagai pemimpin yang keras dan tegas. Keinginannya harus dilaksanakan dan direalisasikan. Jika tidak, Trump tak segan memberikan kritikan tajam kepada lawannya.

Hal itu terjadi ketika keinginan Trump untuk membangun tembok di perbatasan ditentang oleh Partai Demokrat. Cara biasa tidak mempan meyakinkan Demokrat. Sekarang, Trump mempunyai cara lain agar keinginannya terealisasi.

Trump mengumumkan keadaan darurat dalam upaya melangkahi Kongres untuk membangun tembok perbatasan AS-Meksiko, yang telah lama dijanjikannya.

Alasan yang diungkapan Trump untuk menguatkan keadaan darurat adalah Amerika akan menghadapi krisis keamanan nasional di perbatasan selatan. “Dan kami akan melakukannya dengan cara apapun,” kata Trump saat ia bersiap menandatangani peraturan yang menghindari sebagain penutupan lain pemerintah, dengan seluruh dana dari pemerintah sampai akhir September.

Rancangan peraturan itu menyediakan 1,275 miliar dolar AS untuk pembuatan tembok baru sepanjang 89 kilometer di Rio Grande Valley di Texas Selatan –jauh lebih kecil dari 5,7 miliar dolar AS yang telah ia upayakan untuk pagar tembok tersebut.

Pemerintah Trump telah mengidentifikasi lebih dari delapan miliar dolar AS –yang dapat digunakan untuk membangun pagar perbatasan setelah pengumuman darurat itu,

BACA JUGA :  Nih Sajak Baru Fadli Zon Nyindir Si Donald

Sebagian dana tersebut, 6,1 miliar dolar AS akan berasal dari dana yang sebelumnya dialokasikan buat Pentagon. “Dana itu akan digunakan secara beraturan dan sebagaimana keperluan”, kata Gedung Putih di dalam satu pernyataan.

Tapi tindakan Trump dipastikan akan menyulut penentangan dari kubu Demokrat dan pemilik lahan yang tanah mereka akan diambil-alih oleh Trump untuk digunakan membuat pagar.

Pasal Satu UUD AS menetapkan “tak ada uang” yang mesti diambil dari Harta Negara tanpa persetujuan Kongres.

Trump mengakui ia mungkin akan menghadapi tuntutan, tapi mengatakan ia berharap “lolos” di pengadilan.

Kubu Demokrat telah memperingatkan tak ada keadaan darurat di perbatasan AS Selatan, dan dengan pengumumannya presiden menetapkan preseden berbahaya buat panglima militer masa depan. Beberapa anggota Partai Republik juga telah mengingatkan Trump agar tidak melakukan tindakan tersebut.

Dalam pernyataan bersama, yang jarang terjadi, anggota senior Demokrat di Majelis Permusyarawatan Rakyat dan Senat menyebut tindakan Trump “melanggar hukum”, dan menyatakan pernyataan itu dikeluarkan “berkaitan dengan krisis yang tidak ada”.

“Ini adalah perebutan kekuasaan oleh seorang presiden yang kecewa, yang telah keluar dari ikatan hukum untuk berusaha memperoleh apa yang gagal ia wujudkan dalam proses Dewan Perwakilan Rakyat AS Nancy Pelosi dan pemimpin minoritas di Senat Chuck Schumer.

Senator Republik Rand Paul pada Kamis mengatakan ia “kecewa” dengan keputusan presiden itu untuk tetap mengumumkan keadaan darurat.

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini