Wakil Ketua Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK), Hasto Atmojo, Baiq Nurul,Anggota Fraksi PDIP MPR RI, Rieke Diah Pitaloka dan Komisioner Komnas Perempuan RI, Masruchah. Foto:Bambang Tri P / telusur.co.id

telusur.co.id – Aktivis perempuan dan anak, Erlinda berharap perempuan dapat memberikan kontribusi nyata berupa solusi dalam bentuk program dan kebijakan.

Ia berharap semua yang akan duduk di legislatif dan eksekutif adalah orang orang yang juga mempunyai kompetensi, dedikasi, komitmen dalam memperjuangkan kepentingan kaum perempuan.

“Perempuan akan menguatkan negara dan bangsa apabila ada keseimbangan dalam kedudukan dan kesetaraan,” kata dia.

Komisioner Komnas Perempuan Masruchah di kesempatan lain berpendapat, penguatan peran dan kapasitas perempuan baik di parlemen maupun di pemerintahan harus didasarkan pada suatu sistem, bukan didasarkan pada pribadi atau perorangan.

BACA JUGA :  Legislator Sebut Peran Perempuan di Pilkada 2018 Meningkat

Menurutnya, secara ideal, representasi perempuan di kementerian dan parlemen harus bisa menyuarakan persoalan diskriminasi dan kesetaraan terhadap perempuan.

Namun kenyataannya masih banyak kendala-kendala, seperti kebijakan partai yang belum memiliki sudut pandang kesetaraan gender. Penempatan perempuan pada posisi penting oleh parpol, seperti NasDem adalah hal yang sangat baik dicontoh.

Idealnya, kata Masruchah, seorang politisi perempuan juga bisa independen, dan bahkan bicara atas nama partai. (ham)

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini