Wakil Ketua MPR RI, Hidayat Nur Wahid saat memberikan keterangan pers di Media Center MPR/DPR RI / Ist

telusur.co.id – Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid membantah pernah berencana melaporkan cucu Presiden Joko Widodo, Jan Ethes ke Bawaslu.

Klarifikasi disampaikan petinggi PKS itu kepada wartawan, di Media Center MPR/DPR RI, gedung Nusantara III, Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (28/1/19), terkait berita berjudul “Jan Ethes Disindir Soal Kampanye Jokowi dan Dilaporkan Ke Bawaslu, Gus Nadir Tanya Sosok Cucu Prabowo“, yang dimuat Tribunnews.com.

Menurut Hidayat, pemberitaan itu telah melukai perasaan, sehingga dianggap sebagai hoax atau sesuatu yang tidak berdasarkan pada fakta dan data. Karena itu dia meminta adanya hak jawab dan melaporkan media tersebut ke Dewan Pers.

BACA JUGA :  Putusan MK Jangan Jadikan ‘Karpet Merah’ Untuk Lemahkan KPK

“Saya sangat merasa dicederai dengan adanya plintiran tweet saya yang kemudian dijadikan judul dan disebut di sana secara langsung yang menyebut Hidayat Nur Wahid melaporkan Jan Ethes ke Bawaslu,” kata Hidayat.

“Akibat judul itu terjadi pem-bully-an kepada saya bahkan melibatkan para petinggí.”

Sebagai orang yang taat hukum, pada 2 Februari 2019, ia meminta klarifikasi dan permohonan maaf pada media itu dalam waktu 2×24 jam. Namun permintaan klarifikasi dan permohonan maaf yang ditunggu tidak ada atau tidak ditanggapi.

Maka dari itu, tanggal 6 Februari 2019 dirinya mengadukan kepada Dewan Press. Setelah melalui pembahasan di Dewan Press, pada 25 Februari 2019, Dewan Press menyatakan, media yang bersangkutan telah bersalah melanggar kode etik sehingga diwajibkan meminta maaf pada dia.

BACA JUGA :  Politisi PKS Minta Menteri Agama Ralat Pernyataan Awasi Rohis

Permohonan maaf dari media itu, dia terima namun dia menegaskan agar kejadian seperti itu tak terulang.

Sekedar informasi, pemberitaan tersebut dinyatakan Dewan Pers melanggar pasal 1 dan 3 Kode Etik Jurnalistik yakni karena tidak akurat, tidak uji informasi berimbang dan menghakimi. [ipk]

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini