Ekonom senior Rizal Ramli. Foto: telusur.co.id/Tio Pirnando

telusur.co.id- Calon presiden petahana, Joko Widodo diharapkan tidak lagi “mengobral” janji-janji baru di Pilpres 2019. Sebab, janji pada Pilpres 2014 lalu banyak yang tidak ditepati.

Demikian disampaikan oleh ekonom senior Rizal Ramli dalam konperensi persnya di kediamannya Jalan Bangka, Kemang, Jakarta Selatan, Sabtu (16/2/19).

“Jika pemimpin memiliki sejarah dan warna kebohongan yang bersangkutan tidak memiliki lagi kredibilitas untuk membuat janji-janji baru,” kata Rizal.

Menurut Rizal, janji Jokowi untuk setop impor pangan, saat ini tidak ditepati. Malah, klaim Rizal, pemerintah impor jor-joran, bahkan ugal-ugalan di saat petani dalam negeri sedang panen.

BACA JUGA :  Hidayat Sindir Jokowi Yang Enggan Ganti Airlangga

Karenanya, jika capres petahana kembali melontarkan janji baru, bagi Rizal sudah tidak kredibel lagi.

” Janji-janji baru kedaulatan pangan, kedaulatan keuangan tidak akan kredibel krn pemimpin yang sudah sangat sering berbohong tidak layak untuk membuat janji-janji baru.

“Saya bertanya kepada presiden Jokowi I’my sorry Mister presiden who are you working for? anda bekerja untuk siapa?

Mantan menteri perekonomian era presiden ke-4 RI, Abdurrahman Wahid atau Gus Dur ini mengakui, dalam bidang infrastruktur, Jokowi terbilang cukup sukses. Karena, membangun infrastruktur dimana-dimana, namun tidak dibidang kedaulatan pangan dan keuangan.

BACA JUGA :  Tiga Sukses Semu Ekonomi Jokowi

“Dalam bidang infrastruktur pak Jokowi melakukan satu hal yaitu dia bangun infrastruktur. Tapi dalam bidang kedaulatan pangan, dalam bidang kedaulatan keuangan, mohon maaf pak Jokowi anda tidak kredibel, jangan lagi bikin janji-janji baru,” pungkasnya.[asp]

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini