Foto: telusur.co.id

telusur.co.id – Dalam debat kedua, calon Presiden Joko Widodo menegaskan bahwa dirinya tidak takut kepada siapapun, dan hanya takut kepada Allah SWT.

Terkait itu, Wakil Ketua Dewan Penasehat Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Hidayat Nur Wahid mengatakan, sebenarnya pernyataan tersebut sangat baik, tapi harus diwujudkan dan dibuktikan.

“Kalau kita hanya takut kepada Allah SWT, harusnya dikesampingkan seluruh kepentingan politiknya untuk kemudian menomorsatukan ajaran Allah SWT, seperti keadilan hukum dan keadilan ekonomi,” kata Hidayat dalam diskusi di Sekretariat Nasional (Seknas) Prabowo-Sandi, Jalan HOS Cokroaminoto, Jakarta Pusat, Selasa (19/2/19).

Menurutnya, ketika keadilan tidak terwujud, maka orang akan bertanya benarkah yang dikatakan Jokowi bahwa dia hanya takut pada Allah? Bahkan dicurigai, hal itu adalah salah satu bentuk politisasi agama untuk kepentingan elektoral.

BACA JUGA :  Tanggapi Video Viral, Politisi Gerindra Sebut Tugas Paspampres Bukan Menurunkan Jari

“Yang diperlukan adalah bagaimana itu terwujud pada implementasi yang hakiki, pada kehidupan pribadi atau seorang kepala negara, atau politisi,” kata Wakil Ketua Majelis Syuro PKS itu.

Dikatakan Hidayat, ketika politisasi agama terjadi, rakyat kemudian dipertontonkan dengan perilaku yang seolah-olah beragama, tapi dalam realitanya prinsip-prinsip beragama tentang keadilan dan kejujuran tidak dikedepankan.

Dia menjelaskan, dalam agama, kejujuran adalah kata kunci yang harus dilaksanakan oleh pemimpin. Karena agama sangat mengajarkan tentang pentingnya kejujuran.

“Ketika kemudian ketidakjujuran itu hadir, diantaranya adalah tampilnya begitu banyak janji-janji yang tidak dilaksanakan, tampilnya begitu banyak data-data yang dipakai untuk menyerang tapi kemudian itu salah, itu semuanya kemudian menghadirkan problem besar,” kata dia.

BACA JUGA :  Isu Prabowo Cawapres Jokowi Bentuk Ketakutan Pihak Lawan

“Jadi pernyataan hanya takut pada Allah, pernyataan pentingnya beragama sehingga penting menjadi imam, akhirnya orang berpikir itu hanya main-main saja, hanya untuk kepentingan sesaat meraih suara. Bila itu terjadi, maka agama hanya akan jadi mainan, dan itu bertentangan dengan konstitusi.” [ipk]

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini