Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Maruf Amin, Jhonny G Plate.FOTO: istimewa

telusur.co.id- Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Maruf Amin, Jhonny G Plate membantah tudingan membawa-bawa pemerintah Rusia dalam perpolitikan di Indonesia.

“Tidak pernah menyebutkan kalau pemerintah rusia terlibat politik nasional kita. Tidak pernah menyebutkan ada warga Rusia yang terlibat,” ujar Jhonny kepada wartawan, Kamis (07/2/19).

Menurut Jhony, apa yang disampaikan, Jokowi dan TKN mengenai ‘Propaganda Rusia,’ mempunyai maksud agar Tim Prabowo-Sandi tidak menggunakan metode kampanye yang ada dengan semprotan kebohongan atau biasa disebut firehose of falsehood.

Dimana, kata Jhonny metode kampanye itu pernah di lakukan pada pilpres di AS dan serangan AS ke Iran.

“Yang dimaksud itu, adalah model kampanye yang menebar kebohongan yang dulu dikenal debga. The rusian firehose of falsehood yang di daur ulang dibanyak pilpres.termasuk di Pilpres AS. Sekarang di daur ulang di Pilpres kita,” ucapnya.

Oleh karena itu, ia menilai, apa yang dilakukan Dubes Rusia telah benar.

BACA JUGA :  Meski AHY Temui Jokowi, Demokrat Pastikan Tak Hengkang dari BPN

Sebab, Dubes Rusia kepada Indonesia, hanya lah sebagai penegasan kalau mereka tidak pernah terlibat dan meminta agar metode firehose of falsehood (propaganda Rusia) yang pernah dipakai di Pilpres AS tidak dipakai kembali di Indonesia.

“Dubes Rusia bener. Biar enggak salah tafsir. Dan mengingatkan juga pada pak prabowo-sandiaga.
‘jangan kamu pakai ini terus kami terdampak nih,’

Apalagi, saat-saat ini tim Prabowo-Sandi dalam kampanye dinilainya menggunakan metode kampanye kebohongan.

Ia menyebut, seperti kasus hoax ratna sarumpaet yang saat konprensi pers menyatakan ditonjok oleh lawan politik tapi terbukti bonyok karena melakukan oprasi plastik. Lalu kasus surat suara tujuh kontainer yang telah tercoblos yang ternyata hoax, dalam kasus ini polisi menangkap seorang ketua relawan Prabowo-Sandi.

“Ini hanya klarifikasi atau penjelasan mengenai Rusian firehose of falesehood.(propaganda rusia) ini penjelasan dari dubes Rusia. Rusia menghormati aturan-aturan diplomasi. Terutama mengenai politik di Indonesia,”

BACA JUGA :  Garnas Adukan Erick Thohir Ke Bawaslu dan Bareskrim

“(Propaganda Rusia) Kalau ini diteruskan, merusak demokrasi kita. Presiden yang terpilih itu harus berdasarkan program yang bagus. Sampai sekarang kita belum denger programnya. Yang ada hanya kebohongan,” ungkapnya lebih lanjut.

Seperti diketahui, Jokowi memakai istilah Propaganda Rusia saat bertemu sedulur kayu dan mebel di Solo, Minggu (3/2/2019). Kala itu, Joko Widodo menyebut ada tim sukses yang memakai Propaganda Rusia (konsultan asing).

Pemakaian istilah Propaganda Rusia oleh Jokowi ternyata tidak hanya mendapat respons kubu lawannya di Pilpres 2019 tapi oleh Rusia melalui Kedutaan Besar Rusia di Indonesia.

Kedutaan Besar Rusia di Indonesia mengatakan negaranya tak ikut campur dalam kontestasi pilpres di Indonesia, dikutip dari akun Twitter resmi Kedutaan Besar Rusia di Indonesia, @RsEmbJakarta.[asp]

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini