Calon Wakil Presiden Sandiaga Uno / Ist

telusur.co.id – Menjawab tantangan Tim Kampanye Nasional Joko Widodo-Ma’ruf Amin, Cawapres 02 Sandiaga Uno membeberkan bukti telah terjadinya kebocoran anggaran negara.

Sandi menyebut antara lain korupsi yang dilakukan Bupati Kotawaringin Timur Supian Hadi (SH).

“Bukti kebocoran korupsi dengan tersangka seorang bupati di Kalimantan. Akibat ulahnya nera merugi hingga Rp 5,8 Triliun,” kata Sandi di Jakarta Selatan, Minggu (10/2/19).

Data-data mengenai kebocoran anggaran, kata Sandi, dapat ditemukan di Komisi Pemberantasan Korupsi dan Badan Pemeriksaan Keuangan.

“Buktinya banyak di KPK dan BPK.”

BACA JUGA :  100 Hari Menjabat, Prabowo Janjikan Tarif Listrik Turun

Terkait isu kebocoran Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebesar Rp 500 triliun seperti yang disebut Prabowo Subianto, KPK siap mengusutnya. Angka tersebut dihitung jika sekitar 25 persen dari anggaran belanja negara bocor.

“Bila dilakukan oleh penyelenggara negara maka itu bisa dilakukan penindakan oleh KPK,” kata Wakil Ketua KPK Saut Situmorang dalam pesan singkatnya.

Disampaikan Saut, isu kebocoran anggaran harus diperiksa secara rinci, lantaran APBN terdiri dari banyak pos anggaran.

“Saya harus cek, APBN itu kan luas apa saja di mana saja, gaji pegawai negeri juga APBN, jadi yang mana dimaksud. Kalau pengadaan barang dan Jasa Tentu harus detail,” kata dia. [ipk]

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini