Bantuan ini bersumber dari dana tali asih ASN Kementerian Agama.Foto:istimewa

telusur.co.id- Kementerian Agama (Kemenag) kembali menyalurkan bantuan untuk korban terdampak gempa, likuifaksi, dan tsunami sebesar Rp 1 miliar.
Bantuan itu disalurkan melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD).

“Bantuan ini bersumber dari dana tali asih ASN Kementerian Agama. Bantuan itu akan digunakan untuk renovasi rumah ibadah di daerah terdampak gempa yang menjadi sasaran TMMD,” kata Kepala Biro Umum Syafrizal di Jakarta, Jumat (15/2/19).

“Ada 10 titik penerima bantuan. Masing-masing empat titik di NTB dan Sulteng, serta ada 1 titik di Banten dan 1 titik di lampung. Setiap titik mendapat bantuan 100 juta rupiah,” tambahnya..

BACA JUGA :  Presiden PKS: Kemenag Kalah Sama Pegadaian

Selain itu, ujar Syafrizal, Ditjen Bimas Islam melalui anggaran 2019 juga akan membantu kegiatan TMMD di 15 titik. Bantuan itu berupa dana renovasi mesjid masing-masing sebesar 50 juta rupiah.

“Bantuan ini diberikan untuk rumah ibadah di luar daerah terdampak gempa dan menjadi sasaran TMMD. Syaratnya, mengajukan proporsal,” paparnya..

TMMD 104 ke 2019 adalah kali kedua kolaborasi TNI dengan Kementerian Agama. Sebelumnya, kolaborasi pernah terjadi pada tahun 2015.

TMMD ke 104 ini akan berlangsung di 50 Kab/Kota. Kegiatan ini dibuka Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin pada 12 Februari 2019 di Balai Sudirman Jakarta Selatan sekaligus menyerahkan dana bantuan. Kegiatan ini akan berlangsung dari 26 Februari sampai 27 Maret 2019.

BACA JUGA :  Salah Penulisan, Kemenag Anulir Soal Resolusi Jihad

“Nanti ada juga kegiatan KKN/KKL dari Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri binaan Kemenag. Akan diberikan juga bantuan Kitab Suci Alquran, Injil dan Weda,” bebernya.

“TMMD juga akan menjadi ajang sosialisasi Suscatin, Desa Kerukunan, Lima Pasti Umroh, serta kampanye moderasi beragama agar mudah dipahami masyarakat,” tandasnya.[sbk]

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini