telusur.co.id- Kementerian Koperasi dan UKM melakukan sinergitas kegiatan di Sulawesi tengah  dan Nusa Tenggara Barat (NTB) guna pemulihan usaha bagi Koperasi dan Usaha Mikro Kecil (UMK) yang terdampak gempa bumi dan tsunami. Di Sulteng, kegiatan dilakukan di Kota Palu, Kabupaten Sigi dan Donggala, sedang di NTB  di  Lombok Utara, Lombok Barat, Lombok Timur dan Kota Mataram.

Di NTB sinergi antara Deputi Restrukturisasi Usaha dengan Deputi Pengembangan SDM  itu diwujudkan dalam bentuk bantuan pemerintah (Banpem) sekitar Rp. 4,5 juta kepada 150 UMK dan Penerapan Early Warning System (EWS) serta pelatihan vocational kepada 80 orang di Lombok Tengah.

Deputi Bidang Restrukturisasi Usaha Kemenkop, Abdul Kadir Damanik mengatakan, restrukturisasi usaha bagi Koperasi dan UMKM merupakan hal penting dilakukan dalam upaya menjaga stabilitas kinerja Koperasi dan UMKM. 

“Oleh karena itu kami secara bertahap terus melakukan sosialisasi di seluruh Indonesia,” kata Damanik dalam acara sosialisasi restrukturisasi usaha kepada 50 Koperasi dan UMKM di D’Max Hotel, Selasa (19/2/19). 

Dijelaskannya, restrukturisasi usaha tidak hanya dilakukan oleh Koperasi dan UMKM yang mengalami penurunan usaha atau usaha yang terkena bencana alam.  Namun juga dilakukan teru menerus agar kinerja Koperasi dan UMKM lebih baik, sehingga dapat meraih peluang dalam setiap persaingan.

Dengan adanya sosialisasi restrukturisasi usaha di Lombok Tengah ini, diharapkan Koperasi dan UMKM di sini dapat meningkatkan performa kinerja usahanya dengan memaksimalkan sumber daya yang ada. Menata kembali aspek usahanya yang tidak efisien, sehingga kinerja usahanya makin baik dan dapat terus unggul dalam era pasar bebas ini.

BACA JUGA :  Indonesia Siap Edukasi UMKM dengan Fintech

Selain itu melalui Deputi Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia ikut berperan aktif dalam memulihkan perekonomian  masyarakat setempat dengan melaksanakan program Pelatihan Vocational Pengolahan Makanan Berbahan Dasar Buah-buahan Lokal yang diberikan dalam bentuk keterampilan teknis dengan pemilihan jenis pelatihan sesuai dengan potensi/sumberdaya lokal yang tersedia di daerah setempat, yang diolah menjadi produk yang mempunyai nilai jual/nilai tambah dan sekaligus selepas pelatihan. Peserta dapat memanfaatkan ilmu ini sebagai modal keterampilan untuk membuka lapangan usaha/peluang usaha baru. 

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Lombok Tengah Ihksan menyatakan pihaknya  sangat berterima kasih dan mengapresiasi atas pelaksanaan pelatihan kepada Koperasi dan UMK binaannya dan berjanji akan terus mengawal dari hulu hingga hilir.

Sementara itu, di Sulteng, tercatat ada lima Kab terdampak bencana Tsunami, Gempa Bumi dan Likuifasi yaitu  di wilayah  Kab/Kota; Palu,  Sigi,  Parigi, Parigi Moutong dan Donggala. Dari 5 Kab/Kota tersebut yang dinilai kerusakannya paling parah adalah Kota Palu, Kab. Sigi dan Kab. Donggala.

Program Bantuan Modal Usaha direncanakan akan diberikan kepada sebanyak 150 Pelaku Usaha Mikro dan Kecil (UMK) di 3 Kab/Kota yaitu; Palu,  Sigi dan Donggala, masing-masing per-kab/kota akan mendapatkan alokasi 50 PUMK dengan dana yang diterima untuk masing-masing PUMK senilai maksimal Rp. 5 juta rupiah.

Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah terus berupaya, agar usaha mikro dan kecil dapat kembali menjalankan usahanya pascabencana. Berbagai aktivitas kegiatan telah dilakukan oleh Kementerian Koperasi dan UKM diantaranya memfasilitasi restrukturusasi kredit dengan melibatkan lembaga keuangan (bank/non bank),Kementerian Perekonomian dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

BACA JUGA :  Tiga Terobosan KUR Untuk Hindari Distorsi Pasar UMKM

Hingga 29 Januari 2019 data KUMKM yang terdampakbencana di provinsi Sulawesi Tengah mencapai 100.910 Unit UMKM dengan plafon kredit sebesar Rp. 8.038,6 triliun dan jumlah outstanding sebesar Rp.5.150,5 triliun yang bersumber dari 13 (tiga belas) perbankan dan 1 (satu) Lembaga keuangan. Nilai restrukturisasi kredit yang telah dilakukan adalah jumlah UMKM sebanyak 22.325 Unit dengan jumlah plafon sebesar Rp.3.498,5 triliun dan outstanding sebesar Rp.2.672,6 triliun.

Dalam tahap persiapan program Bantuan Pemerintah untuk pemberdayaan UMK di Wilayah Bencana, Deputi Bidang Restrukturisasi Usaha  juga menyelenggarakan kegiatan Bimtek sekaligus sosialisasi Juknis Banpem di Provinsi Sulawesi Tengah dengan 2 (dua) angkatan   yaitu angkatan  pertama dilaksanakan tanggal 13 Februari 2019 dan Angkatan kedua tanggal 14 Februari 2019 bertempat di Rama Garden Hotel  Kota Palu yang diikuti sebanyak 150 pelaku usaha mikro dan kecil (PUMK) yang bersal dari Kota Palu,  Kabupaten Sigi dan Kabupaten Donggala. 

Bimbingan Teknis Pemberdayaan Usaha Mikro dan Kecil ini merupakan kelanjutan dari komitmen yang telah dibangun oleh Kementerian Koperasi dan UKM dengan Pemerintah Daerah Provinsi dan Kabuapten/Kota di Sulawesi Tengah tahun 2018, khususnya dengan Dinas yang membidangi pembinaan Koperasi dan Usaha Mikro, Usaha Kecil dan Menengah (KUMKM).[far]

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini