telusur.co.id-  Periode 2015 – 2018, Kementerian Koperasi dan UKM telah melakukan pembangunan Pasar Rakyat sebanyak 247 Unit di Daerah Pedesaan, Daerah Tertinggal dan Daerah Perbatasan diseluruh Indonesia.

Demikian disampaikan oleh Deputi Bidang Produksi dan Pemasaran Kemenkop dan UKM, Victoria Simanungkalit di kantornya, Jakarta, Jumat (8/2/19).

“Khusus tahun 2018 telah direvitalisasi pasar rakyat sebanyak 51 unit pada 51 Kabupaten atau Kota di 29 Provinsi melalui Dana Tugas Pembantuan,” kata Victoria. 

Dari hasil monitoring dan evaluasi terhadap pedagang pasar, jelas Victoria, telah terjadi peningkatan omset rata-rata 51 persen dan penyerapan tenaga kerja rata-rata 48 persen.

“Untuk tahun 2019 Kementerian Koperasi dan UKM melakukan revitalisasi pada 53 pasar rakyat yang dikelola koperasi yakni masing-masing 25 unit pasar rakyat di daerah tertinggal, perbatasan dan pasca bencana, serta 28 unit pasar rakyat reguler,” ungkapnya.

BACA JUGA :  Koperasi Harus Siap Hadapi Kemajuan Teknologi

Kedepan,  Kemenkop dan UKM akan mengembangkan konsep pasar tematik yang terintegrasi sesuai produk unggulan desa, serta pemanfaatan ioT (internet of things).

Selanjutnya, diharapkan dapat dianalisa data kebutuhan, jumlah dan keberadaan pasokan (pola tanam komoditas yang diatur agar panen sepanjang tahun).

“Konsep pasar tematik dapat mempermudah perdagangan antar wilayah sehingga pasar menjadi wadah peningkatan ekonomi daerah dan tujuan pariwisata daerah tersebut,” lanjut perempuan berkacamata tersebut.

Salah satu koperasi pengelola pasar rakyat tahun anggaran 2017 yaitu KUD Paguyangan Kecamatan Paguyangan Kabupaten Brebes dengan No. BH 8802a/BH/PAD/KWK.11/VI/1996 tanggal 28 Juni 1996.

Pasar rakyat yang telah selesai dibangun, Pengelolaannya diserahkan kepada Koperasi sesuai dengan Peraturan Menteri Koperasi dan UKM Republik Indonesia No.16/Per/M.Kumkm/XII/2016 Tentang Pedoman Pelaksanaan Revitalisasi Pasar rakyat melalui dana tugas Pembantuan (TP) TA 2017.

BACA JUGA :  Kelola Lahan Perhutani, Petani Muda Garut Bentuk Koperasi

KUD Paguyangan bersama Pengurus Desa Taraban melakukan kerjasama pengelolaan pasar Grengseng.

Revitalisasi pasar tersebut selesai dan diserah terimakan pada Februari 2018. Setelah 10 bulan koperasi mengelola pasar, pada Desember 2018 pendapatan bagi koperasi dan kios serta lapak-lapak Rp17,8 juta per tahun. Di luar dari pendapatan koperasi lainnya.

“Sedangkan, pemerintah Desa memperoleh pendapatan dari pasar yang semula 7 juta pertahun melonjak menjadi 18 Juta pertahun,” katanya.

Selain itu, para pedagang, kata dia, juga ikut meningkat. Dari yang semula rata – rata hanya Rp 500 ribu perharinya, kini bisa mencapai Rp 1 Juta.

“Dengan Kerjasama pengelolaan pasar yang berpihak kepada pedagang, jumlah pedagang juga ikut meningkat. Semula 164 menjadi 224,” katanya.[Ham]

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini