telusur.co.id- Kementerian Koperasi dan UKM bekerja sama dengan Asosiasi Business Development Services Indonesia (ABDSI), FTACenter Kemdag, Bea Cukai, Rumah Ekspor BNI, dan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) menggelar kegiatan Sinergitas Program Dalam Rangka Peningkatan Ekspor Dan Internasionaliasi UKM berupa Training of Mentors AMEN Indonesia dan Bimbingan Teknis Tata Cara Mekanisme Ekspor bagi UKM.

Deputi Bidang Produksi dan Pemasaran, Kemenkop dan UKM, Victoria br. Simanungkalit mengatakan, pemerintah tidak dapat bekerja sendiri dalam membina UMKM. Karenanya, dibutuhkan kontribusi dan kolaborasi dari pelbagai elemen sosial (stakeholder), seperti sektor swasta, pengusaha, akademisi, asosiasi usaha, komunitas atau lembaga pendampingan UMKM.

“Untuk membangun UMKM yang maju dan tangguh dibutuhkan strategi pengembangan UMKM melalui edukasi, membina para UKM dan mentor UKM untuk dapat memiliki wawasan dan keterampilan, serta pengetahuan sehingga menciptakan UKM yang mandiri mampu bersaing dalam pasar Global,” kata Victoria dalam keterangannya, Kamis (28/2/19).

BACA JUGA :  Menkop Harap ICSB Bantu UKM Untuk Tembus Pasar Internasional

Selain itu, Victoria juga menegaskan, kualitas ekspor merupakan “harga mati”. Karena tidak hanya untuk meningkatkan ekspor,  terpenting adalah mempertahankan pasar Indonesia menjadi incaran produk luar. Apalagi, masih banyak produk UMKM belum terpenuhi standar kualitasnya, kemasan produk yang kurang menarik dan UKM belum memahami tatacara ekspor mandiri.

“Diperlukan pendampingan mentor dan advice untuk ukm secara langsung sehingga diharapkan UMKM bisa naik kelas dan mampu memenuhi kebutuhan permintaan pasar global,” katanya.

“Pengembangan model kurikulum mentorship di kawasan ASEAN ini menjadi penting karena untuk mewujudkan ASEAN yang berdaya saing maka dibutuhkan pedoman dan standard pembinaan UKM di tingkat regional ASEAN,” lanjut dia.

BACA JUGA :  Kemenkop Harap Kampus Berperan Aktif Kembangkan Koperasi

Kegiatan itu digelar pada 26-28 Februari 2019 di The Alana Hotel, Solo, ini diikuti 50 peserta mentor dan 45 UKM yang berasal dari 13 Kabupaten dan 7 Kota, yang tersebar di 5 Provinsi. Peserta merupakan kalangan entrepreneurs, pembina UMKM, dosen, pengelola PKBL/CSR, konsultan/ pendamping UMKM, dan para penggerak komunitas UMKM, maupun pelaku UKM.[Ham]

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini