telusur.co.id – BPJS Ketenagakerjaan harus menyadari posisi dalam menyediakan jaminan sosial terbaik untuk Indonesia, perusahaan yang memiliki 5000 SDM dan tersebar di seluruh Indonesia ini pun harus mentransformasi karyawannya baik secara mentality yaitu berintegritas tinggi dan secara kemampuan menjadi global people.

Begitu disampaikan Direktur Umum dan SDM BPJS Ketenagakerjaan Naufal Mahfudz, dalam acara Leadership Cafe ke 3 yang di gelar dan dihadiri lebih dari 70 leader dan praktisi human resources (HR) perusahaan swasta nasional maupun perusahaan negara di bilangan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (7/2/19).

“Maka, strategi yang kami lakukan adalah menjalankan gaya kepemimpinan yang santai namun mengena. Dengan memperbanyak diskusi, sering melakukan employee gathering, terlibat langsung di kegiatan informal yang disukai karyawan, akhirnya meleburkan perbedaan, bahkan mampu mensinergikan kekuatan masing masing gen,” ujarnya

Dalam kesempatan sama, President Director PT Polytama Propindo Didik Susilo menyampaikan, dinamika perubahan VUCA tidak terlalu berdampak pada perusahaannya. Meski demikian, pihaknya sudah mulai menyiapkan tim menghadapi digital teknologi, salah satunya dengan mengajak karyawan mulai terbiasa melakukan aktivitas by digital.

“Pada 2013-2015, bisnis Polytama sempat terhenti, tetapi tidak ada satu orang pun yang di PHK. Perusahaan juga beberapa tahun tidak melakukan penerimaan karyawan, sehingga ada gap di level tertentu,” uajrnya.

Lebih jauh, ia menuturkan, saat ini komposisi karyawan terjadi mix, ada baby boomer dan gen X yang expert secara teknis, dan gen milineal yang bekerja cukup tanggap dan cepat menyesuaikan dengan perubahan. Selain itu, isu mempertahankan karyawan dari godaan pindah ke perusahaan sejenis juga menjadi concern mengingat sangat sedikit orang yang mempunyai spesifikasi teknis di bidang petrokimia.

“Bagaimana me-retain mereka dan memastikan koordinasi berjalan lancar di lapangan, adalah fokus kami dalam rangka menjadikan Polytama menjadi Pemimpin di industry Polypropylene di Indonesia,” ungkapnya.

Baca Juga:  Kemlu Bermitra BPJS Ketenagakerjaan Lindungi Pekerja Migran

Sementara, Brain Behavioral Expert, Amir Zuhdi, menyampaikan dengan melakukan aktivasi di beberapa bagian otak dengan cara F3C, yaitu Fokus dalam menentukan visi dan prioritas. Flexible, memiliki kecakapan mengelola emosi sehingga mudah beradaptasi dengan segala perubahan, Fast dalam membuat sistem atau aturan yang mudah dijalankan, dan Collaboration, adanya team yang saling memahami dan memiliki chamistry yang sama sehingga terwujud dream team.

“Untuk mewujudkan itu, diperlukan tim yang tangguh dan gesit melakukan penyesuaian atas strategi yang diambil perusahaan,” ujarnya.

Tangguh yang dimaksud bagaimana cukup kuat untuk menahan kondisi buruk atau penanganan terhadap situasi yang tidak diinginkan, disamping mampu menanggung kesulitan atau rasa sakit yang mungkin muncul. Adapun gesit atau Agility, memiliki mental yang cepat dan tajam sehingga dapat berfikir dan mengerti kondisi dengan cepat, mampu cekatan menyesuaikan dan beradaptasi terhadap perubahan.

Inspirator SuksesMulia dari Kubik Leadership Jamil Azzaini yang menggagas Leadership Cafe mengingatkan para leader untuk mempertajam strategi agar tidak tersalip dan tertinggal dan mengubah pendekatan pada karyawan.

“Buka mata lebar lebar, cari tau apa yang sesungguhnya menjadi kebutuhan dan keinginan karyawan dan gunakan hati, untuk mendekati mereka. Sekali Anda dapat menemukan kebutuhan keinginan dan benar dalam mendekati mereka, produktivitas karyawan akan melejit dan mampu menghasilkan hal-hal besar,” papar Jamil.

Ia menjelaskan bahwa perbedaan generasi adalah anugrah dan disikapi dengan positif karena masing masing mempunyai kelebihan. “Teruslah untuk tumbuh dan membuka wawasan seluas-luasnya agar mendapatkan keuntungan dari perubahan yang tengah terjadi,” demikian disampaikan Jamil.

Di sesi 2, beberapa peserta antusias menanyakan seputar topik yang disampaikan. Mereka sangat puas dengan forum yang selalu menghadirkan expert dan leader yang dapat diambil pengalaman dan pengetahuannya. Leadership Cafe merupakan acara dua bulanan yang dilakukan secara gratis agar semakin banyak leader dan SDM mampu menghasilkan talent terbaik yang siap membangun Indonesia menuju SuksesMulia.[far]

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini