Ketua Seknas Prabowo-Sandi, M. Taufik / telusur.co.id

telusur.co.id – Ketua Sekretariat Nasional (Seknas) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, M Taufik mengatakan, ditetapkannya Ketua Umum Persaudaraan Alumni (PA) 212, Ustadz Slamet Ma’arif sebagai tersangka dalam dugaan kasus pelanggaran kampanye, bukti capres petahana mulai panik.

“Sahabat kita Ketua 212 jadi tersangka, ini bagian dari kepanikan. Maka, muncul blunder,” kata Taufik saat memberikan sambutan sebelum diskusi bertajuk “Jelang Pilpres: Jokowi Blunder dan Panik?”, di kantor Seknas Prabowo-Sandi, Jalan Tjokroaminoto, Jakarta, Selasa (12/2/19).

Menurut Taufik, jika sikap capres petahana terus memperlihatkan wajahnya seperti ini terus, bukti kemenangan 02 sudah di depan mata. “Kalau blunder-blunder terus, ini tanda-tanda kita mau menang.”

BACA JUGA :  Sah, Pilkada 27 Juni Ditetapkan Hari Libur Nasional

Ketua DPD Partai Gerindra DKI Jakarta ini mengaku pihaknya tidak mempermasalahkan bila orang-orang di kubu 02 terus ditangkap. Menurut dia, Prabowo-Sandi akan terus berjuang dalam rangka menuju kemenangan pada Pilpres nanti.

“Silakan tangkap semua orang yang berkaitan dengan Pak Prabowo-Sandi. Tapi, dia tidak akan kerangkeng semangat kemenangan kami,” kata taufik.

Diketahui, Polresta Surakarta meningkatkan status Ketua Umum Persaudaraan Alumni (PA) 212, Ustadz Slamet Ma’arif dari saksi menjadi tersangka.

Peningkatan status tersangka itu setelah penyidik Polresta Surakarta, Jawa Tengah, melakukan serangkaian gelar perkara, Jumat (8/2/19).

BACA JUGA :  Gelar Pertemuan, PAN Beri Sinyal Dukung Prabowo di Pilpres 2019

“Dari hasil gelar yang dilakukan penyidik, Jumat itu ditingkatkan ke tersangka,” kata Waka Polresta Surakarta AKBP Andy Rifai, di Mapolresta Surakarta, Senin (11/2/19).

Slamet Ma’arif menjadi tersangka atas dugaan pelanggaran kampanye di luar jadwal sebagaimana diatur dalam Pasal 521 atau Pasal 492 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum.

Andy mengatakan, pemeriksaan Slamet Ma’arif sebagai tersangka dugaan pelanggaran kampanye akan dilakukan di Polda Jateng, Rabu (13/2/19).

Pemindahan lokasi pemeriksaan ini dengan alasan keamanan. “Pemeriksaan Slamet Ma’arif akan kami lakukan di Polda Jateng. Penyidiknya tetap dari sini (Polresta Surakarta),” kata Andy. [ipk]

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini