Ahmad Dhani / Net

telusur.co.id – Pengadilan Negeri Surabaya kembali menggelar kasus pencemaran nama baik, dengan terdakwa Ahmad Dhani Prasetyo, Selasa (19/2/19).

Dalam sidang, Ketua majelis hakim PN Surabaya, R. Anton Widyopriono menolak eksepsi atau nota keberatan yang diajukan oleh penasihat hukum Dhani.

“Keberatan penasihat hukum terdakwa tidak dapat diterima,” kata Ketua majelis hakim dalam sidang, yang beragendakan putusan sela.

Setelah menolak eksepsi, hakim memerintahkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) untuk melanjutkan pemeriksaan perkara dengan menghadirkan saksi-saksi.

“Sidang dilanjutkan Selasa pekan depan, agenda mendengarkan keterangan saksi yang dihadirkan jaksa penuntut umum.”

BACA JUGA :  Pemenang Kontes Nyanyi #2019GantiPresiden Umrah Gratis

Kasus ini bermula saat Ahmad Dhani akan menghadiri acara deklarasi Ganti Presiden 2019 di Tugu Pahlawan Surabaya. Namun, saat tiba di Hotel Majapahit, dia dihadang oleh kelompok yang mengatasnamakan elemen Bela NKRI.

Ketika ada penghadangan itu, Ahmad Dhani membuat vlog yang menyebut “idiot”, yang diunggah ke media sosial miliknya. [ipk]

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini