KH Ma'ruf Amin, dalam sambutannya pada acara peluncuran dan bedah buku "The Ma'ruf Amin Way" di Gedung Smesco Kementerian Koperasi dan UKM.FOTO:istimewa

telusur.co.id – Cawapres Ma’ruf Amin mengakui saat ini kesenjangan sosial dan ekonomi semakin tinggi karena adanya disparitas kekuatan ekonomi, antara pengusaha besar berskala konglomerat dengan usaha rakyat yang sangat terbatas.

Untuk meminimalisir kesenjangan itu, Ma’ruf Amin menyodorkan konsep ekonomi kerakyatan. Prinsipnya adalah pemberdayaan ekonomi rakyat yang terbatas dengan membangun kemitraan yang lintas batas, tidak dibatasi oleh wilayah, etnis, maupun agama.

“Membangun kemitraan juga dengan pengusaha berskala besar, yang saling menguntungkan,” kata KH Ma’ruf Amin, dalam sambutannya pada acara peluncuran dan bedah buku “The Ma’ruf Amin Way” di Gedung Smesco Kementerian Koperasi dan UKM, Jakarta, Jumat.

Ketua MUI ini membeberkan konsep kemitraan itu dapat dilakukan dalam semua aspek ekonomi, baik retail, manufaktur maupun jasa. Bisa dibilang, pembangunan ekonomi rakyat dengan mengutamakan gotong-royong, kebersamaan, saling tolong menolong yang akan merubah situasi di Indonesia.

Like :
BACA JUGA :  Kemenkop dan UKM Fasilitasi 30 UKM Ikuti MIHAS, Jendela Pasar Dunia

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini