medali kemerdekaan pers yang diberikan kepada presiden RI Jokowi di Hari Pers Nasional, bukan dari Dewan Pers.Foto:Net

telusur.co.id- Wakil Ketua Dewan Pers Ahmad Djauhar, menyebutkan bahwa penghargaan medali kemerdekaan pers yang diberikan kepada presiden RI Jokowi di Hari Pers Nasional, bukan dari Dewan Pers.

Menurutnya, penghargaan itu diberikan oleh panitia penyelenggara acara HPN.

“Penghargaan itu BUKAN dari Dewan Pers, melainkan dari Panitia Pelaksana HPN. Mungkin demi efisiensi waktu, ketika Ketua Dewan Pers berada di panggung diminta sekalian menyerahkannya kepada Presiden,” ucap Ahmad Djauhar kepada telusur.co.id, Senin (11/2/19).

Ia mengaku, sebagai bagian dari Dewan Pers. Tidak mengetahui mengenai penghargaan yang diberikan kepada Presiden Jokowi.

Sebab, kata dia, Penghargaan itu tidak pernah dibahas dalam rapat di dewan pers.

“Terus terang kami, sebagian besar anggots Dewan Pers tidak tau menau soal penghargaan itu dan tak pernah mebahasnya sama sekali. Karena apapun yang dikeluarkan oleh Dewan Pers mestilah hasil keputusan bersama, karena kami menganut azas kolektif kolegial,” ungkapnya lebih lanjut.

Seperti diketahui, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menerima penghargaan Kemerdekaan Pers pada perhelatan Hari Pers Nasional (HPN) 2019 karena dinilai sudah menjamin kebebasan pers, dan memiliki kepedulian terhadap perkembangan pers nasional.

Penghargaan ini diserahkan oleh Ketua Dewan Pers Yosep Adi Prasetyo, pada acara puncak HPN 2019, pada 9 Februari 2019, di Surabaya, Jawa Timur.

Penghargaan medali Kemerdekaan Pers itu diberikan kepada pejabat tertinggi di negara ini yang dianggap tidak pernah mencederai pers. [asp]

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini