enteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin. FOTO: Dok. Kemenag

telusur.co.id- Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin minta jajarannya melakukan percepatan penyelesaian program tahun 2019. Hal ini disampaikan Lukman saat membuka Rapat Koordinasi Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bali, di Badung, Bali. 

“Saya minta di bulan Oktober, sebagai bulan terakhir pemerintahan ini, pemerintahan Jokowi-JK, pelaksanaan program telah mencapai 95 persen,” kata Lukman, Jumat (22/2/19).

Rapat Koordinasi Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bali berlangsung selama tiga hari, 22 – 24 Februari 2019.  Kegiatan ini mengangkat tema “Penguatan Tiga Mantra Untuk Meneguhkan Moderasi Beragama dan Meneguhkan Kebersamaan Umat”. 

Dihadapan 300 an peserta Rakorwil yang terdiri dari pejabat eselon IV dan III serta anggota Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kanwil Kemenag Provinsi Bali, Ia menyampaikan percepatan program ini harus dilaksanakan guna meninggalkan benchmark yang baik dalam pengelolaan kehidupan beragama di Indonesia.  

“Ini adalah tahun terakhir pemerintahan ini, jadi saya minta lakukan yang terbaik. Percepatan program harus dilakukan, agar kita meninggalkan warisan yang baik untuk  pemerintahan selanjutnya. Jadi benchmark pengelolaan bagi pemerintahan yang selanjutnya adalah tahun 2019,” katanya. 

BACA JUGA :  Nomor Porsi Jemaah Haji Wafat Bisa Dilimpahkan, Ini Aturannya

Untuk itu, ia mengaku telah menginstruksikan jajaran Eselon I untuk menyelesaikan semua peraturan, petunjuk teknis maupun prasyarat lain yang dibutuhkan untuk melakukan pencairan anggaran maupun pelaksanaan program. “Di Jakarta, para Eselon I, sudah saya instruksikan seluruh prasyarat selesai di bulan Februari ini. Sehingga bulan Maret sudah bisa dieksekusi,” paparnya.

Ia juga menegaskan, selama proses percepatan program ini ASN Kementerian Agama harus terus mencari solusi bila menemukan masalah administratif. “ASN Kementerian Agama tidak boleh mengeluh bila mengalami  kendala administratif. Segera cari solusi. Kita harus bisa seperti air yang mencari jalan alternatif, mencari celah agar tetap selalu mengalir. Jangan mendiamkan masalah, segera cari solusi sehingga proses percepatan tersebut dapat dilaksanakan,” tegas Menag. 

BACA JUGA :  Pembangunan Gedung Universitas Islam Internasional Indonesia Ditargetkan Rampung 2020

Satu hal yang menjadi catatan Menag, bahwa proses percepatan yang dilakukan harus memprioritaskan pihak-pihak yang menjadi garda terdepan Kemenag. Mereka  adalah ASN Kemenag yang bersentuhan langsung dengan masyarakat dan menjadi jembatan untuk mengimplementasikan program Kemenag, seperti guru, penyuluh agama, penghulu, serta pemuka agama. 

“Rumah ibadah, lembaga pendidikan keagamaan, madrasah, pondok pesantren, maupun pasraman misalnya juga  harus menjadi prioritas dalam akselerasi program yang kita lakukan,” ujarnya. 

“Saya berharap rapat koordinasi Kanwil Kemenag Bali yang akan dilaksanakan dalam dua hari ke depan dapat menghasilkan keputusan-keputusan, serta langkah  untuk melaksanakan percepatan program ini,” harap Menag. 

Dalam kesempatan tersebut Menag juga meresmikan tiga KUA dan satu madrasah yang telah dibangun dari SBSN tahun 2018 lalu. Yaitu : Kua Kec Denpasar Utara, KUA Kec Negara, KUA Kec Pekutatan, dan MAN 2 Jembrana.[Ham]

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini