Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Lestari Priansari Marsudi pada Debat Terbuka Dewan Keamanan PBB (DK PBB) mengenai Situasi di Timur Tengah, di New York, Amerika Serikat. FOTO: Dok. Kemenlu

telusur.co.id– Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno LP Marsudi direncanakan akan menghadiri Konferensi Tingkat Menteri (KTM) ke-46 Organisasi Kerja sama Islam (OKI) di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab pada tanggal 1-2 Maret 2019.

KTM ke-46 OKI mengusung tema “50 Tahun Peta Jalan Menuju Kerja Sama Islam untuk Kemakmuran dan Pembangunan” (50 Years of Islamic Cooperation Road Map for Prosperity and Development).

Hal itu disampaikan oleh Juru Bicara Kemlu RI Arrmanatha Nasir, Kantor Kemlu, Jakarta Pusat, Kamis (212/2/19).

“Dari Jenewa Ibu Menlu berencana akan menghadiri KTM OKI ke-46 yang akan dilaksanakan pada tanggal 1 sampai 2 Maret di abudabi,” ujarnya, dalam keterangan resminya.

BACA JUGA :  Kasus Video Kekerasan Anak, Mendikbud Lemot Tanggapi Laporan KPAI

Tata, sapaan karibnya, menyebutkan bahwa Pertemuan Tingkat Menteri OKI itu akan menghasilkan satu deklarasi yang berisi komitmen politis negara-negara anggota OKI untuk isu-isu yang terkait dengan tema pertemuan tersebut.

Selain deklarasi, dikatakan Tata, bakal ada sekitar 130 resolusi yang akan disahkan dalam KTM ke-46 OKI, yang antara lain meliputi resolusi terkait kerja sama di bidang keuangan, politik, isu Palestina.

Kemudian, ada beberapa isu yang akan menjadi perhatian dan dibahas dalam KTM ke-46 OKI, antara lain mengenai kemajuan proses perdamaian Palestina-Israel, upaya internasional untuk pemberantasan terorisme, kerja sama ekonomi.

BACA JUGA :  Astaga, Temuan KPAI 80 Persen Anak Korban Bullying

“Untuk Indonesia, beberapa isu yang menjadi perhatian adalah mendorong kerja sama OKI di bidang ekonomi dan IPTEK. Indonesia juga akan mendorong kerja sama dan dukungan dari OKI untuk ‘global compact on safe and orderly migration’ (persetujuan global tentang migrasi yang aman dan tertib),” pungkasnya.

Disamping itu, ia menambahkan bahwa pemerintah Indonesia akan memanfaatkan kesempatan di KTM OKI itu untuk menggalang dukungan bagi pencalonan Indonesia untuk keanggotaan Dewan HAM PBB periode 2020-2022. (ham)

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini