telusur.co.id – Kendati Amerika Serikat mengecam Iran, Kanselir Jerman Angela Merkel tetap membela kesepakatan nuklir dengan Iran.

Merkel beralasan dukungan kepada Iran supaya membatasi kemampuannya untuk menghasilkan uranium yang diperkaya dalam menghadapi oposisi yang kuat dari Amerika Serikat.

“Kesepakatan itu perlu dilestarikan untuk mencegah Iran membangun senjata nuklir, dan “jangkar kecil” ini harus digunakan untuk menekan Iran di daerah lain,” kata Merkel.

AS telah menarik diri dari kesepakatan yang disepakati pada tahun 2015 oleh lima anggota tetap Dewan Keamanan PBB plus Jerman. Prancis, Inggris, dan Jerman bertujuan untuk menyelamatkan kesepakatan itu.

Berbicara pada konferensi Timur Tengah di Warsawa pada hari Kamis, Wakil Presiden AS Mike Pence meminta ketiga negara untuk menarik diri dari kesepakatan.

BACA JUGA :  Angela Merkel: Islam Milik Jerman

AS menuduh Iran ikut campur dalam konflik di seluruh wilayah dan Pence menuduhnya anti-Semitisme yang mirip dengan Nazi pada konferensi hari Jumat.

“Kami memiliki rezim di Teheran yang menghembuskan ancaman pembunuhan, dengan kebencian anti-Semit yang sama yang menjiwai Nazi di Eropa,” kata Pence kepada wartawan di Air Force Two sebelum mendarat di Munich.

Dia mengatakan bahwa mengunjungi Auschwitz di Polandia setelah menghadiri konferensi di Warsawa telah membuatnya merenung untuk “memperkuat tekad dunia bebas untuk menentang kebencian keji semacam itu dan untuk menghadapi ancaman otoriter pada zaman kita”.

BACA JUGA :  Angela Merkel: Islam Milik Jerman

Konferensi tiga hari di Munich dimulai pada hari Jumat. Sekitar 30 kepala negara dan pemerintah hadir untuk membahas hubungan trans-Atlantik, ketegangan antara Rusia dan konflik Barat dan Timur Tengah.

Dilansir dari Munich, Jamal Elshayyal dari Al Jazeera mengatakan “ada begitu banyak konflik dan juga tantangan terhadap keamanan bagi begitu banyak negara” dan “masing-masing negara merasakan ancaman yang berbeda dan melihat solusi yang berbeda”.

Sementara AS dan Jerman sama-sama berbicara, forum belum mendengar dari Rusia, Cina dan Iran.

“Apakah akan ada landasan bersama … kita harus menunggu dan melihat,” kata Elshayyal. (ham)

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini