Komisioner Komnas HAM RI 2012-2017, Natalius Pigai / Net

telusur.co.id – Pernyataan Joko Widodo soal tidak adanya konflik pembebasan lahan selama 4 tahun terakhir, sebagimana yang disampaikannya dalam debat Capres ronde 2, Minggu malam (17/2/19), terus mendapat sorotan dari berbagai pihak.

Salah satunya, dari komisioner Komisi Nasional Hak Asasi Manusia RI periode 2012-2017, Natalius Pigai.

Disampaikan Pigai, dirinya sangat mengetahui kasus-kasus di Indonesia secara detail karena selama 2014-2017 masa kepemimpinan Joko Widodo, ia menangani kasus rata-rata 7 sampai 8 ribu pengaduan pertahun.

“Soal agraria 1.800-2.000 kasus, Perburuan/industri 900-an kasus, ribun kasus kekerasan aparat penegak hukum, kasus sumber daya alam, pelanggaran Pemerintah pusat dan daerah, serta kekerasan Individual,” kata Pigai dalam keterangan kepada redaksi, Selasa (19/2/19).

BACA JUGA :  Aksi Buruh Jalan Kaki dari Surabaya Antarkan Prabowo Daftar Capres Diintimidasi Ormas

Soal kebakaran hutan, pembangunan infrastruktur, pengembangan energi dan lingkungan yang menjadi topik debat, disampaikan Pigai, dirinya sudah mengetahui jika apa yang akan disampaikan Jokowi berpotensi bohong dan manipulatif.

“Ketika Jokowi menyampaikan angka-angka, saya sudah katakan di saat itu Jokowi berpotensi bohong dan manipulatif,” kata aktivis kemanusiaan itu.

Hari ini, lanjutnya, terbukti Jokowi meralat apa yang ia samapaikan, artinya terbukti berbohong.

“Seharusnya Joko Widodo meminta maaf kepada Rakyat Indonesia, bukan ralat, karena ralat hanya dilakukan di saat debat. Kita harus berubah untuk membesarkan citra bangsa Indonesia agar lebih kredibel dan bermartabat,” kata dia.

BACA JUGA :  Pengamat Yakini Prabowo Lumat Jokowi di Debat Pilpres II

Jokowi, meralat ucapannya yang mengklaim tidak ada kebakaran hutan dan lahan dalam kurun tiga tahun terakhir saat debat kedua calon presiden. Ia menjelaskan maksud pernyataannya adalah kebakaran hutan menurun drastis.

“Saya sampaikan kami bisa mengatasi kebakaran dalam tiga tahun ini, artinya bukan tidak ada, tapi turun drastis, turun 85 persen lebih,” katanya di Pandeglang, Banten, Senin, 18 Februari 2019. [ipk]

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini