Penyidik KPK Novel Baswedan / Net

telusur.co.id – Keseriusan Presiden Joko Widodo dalam mengungkap kasus teror yang menimpa para pegawai KPK, termasuk Penyidik senior Novel Baswedan kembali disinggung.

Novel Baswedan sendiri yang menyinggu hal itu kepada Jokowi dalam diskusi bertajuk Teror dan Kriminalisasi terhadap Aparat Penegak Hukum di restoran d’Consulate, Jalan Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, Sabtu kemarin.

“Saya ingin menggambarkan apa yang dilakukan selama ini, baik oleh aparatur yang seharusnya menegakkan hukum tapi tak melakukan sampai dengan pucuk pimpinan negara yang diam dengan masalah ini, ini suatu hal yang luar biasa buruk,” kata Novel.

Mantan anggota Polri ini juga mempertanyakan komitmen Jokowi mendukung KPK dalam pemberantasan korupsi. Menurut dia, Jokowi terkesan diam dalam menyikapi kasus teror yang menimpa pegawai KPK.

“Saya melihat kembali dalam beberapa penyampaian beliau mendukung pemberantasan korupsi, mendukung KPK dan lain-lain. Ini kok tidak terlihat ketika banyak pegawai KPK, lebih dari lima, banyak diserang dan banyak kasus tertentu ketika kasusnya besar justru yang mengungkap itu diteror secara psikologis dan fisik, ini tidak didukung presiden,” kata Novel.

BACA JUGA :  Digarap KPK 4 Jam, Politikus NasDem ke Luar Pakai Rompi Tahanan

Ia berjanji akan terus ‘bernyanyi’ di ruang publik mengenai payahnya negara dalam mengungkap kasusnya. Novel berjanji akan berhenti ‘bernyanyi’ saat kasusnya diungkap.

Novel menegaskan, dirinya menolak ketika dimintai tolong Polri untuk membantu mengungkap kasus teror yang dialami. Sebab dirinya meyakini kasusnya tak benar-benar hendak diungkap.

Selasa, 11 April 2017, orang tak dikenal menyiramkan cairan asam ke wajah Novel. Pelaku beraksi saat Novel berjalan kaki usai salat Subuh di masjid dekat rumahnya.

Polda Metro Jaya sudah mengumumkan dua sketsa wajah yang diduga kuat sebagai pelaku pada awal 2018, namun belum ada hasil dari penyebaran sketsa wajah tersebut.

BACA JUGA :  Rocky Gerung Hingga Ustadz Tengku Zulkarnain Kritik Jokowi Kaget Soal Tiket Pesawat

Sementara itu, Presiden RI, Joko Widodo di acara Hari Antikorupsi Sedunia, yang diadakan Komisi Pemberantasan Korupsi, di Jakarta, Selasa (4/12/18), mengatakan pengusutan pelaku penyerangan Novel tetap menjadi kewenangan Kapolri Jenderal Tito Karnavian.

Disampaikan Kepala Negara, baru-baru ini ia mendapat laporan mengenai perkembangan kasus itu dari Polri, yang juga sudah bekerja sama dengan KPK, Kompolnas, Ombudsman, dan Komnas HAM.

“Saya sudah mendapat laporan mengenai progres perkembangan,” kata Jokowi.

“Selama Kapolri belum menyampaikan seperti ini (Jokowi memperagakan angkat tangan) ke saya, ya silakan ditanyakan ke Kapolri.”

Presiden masih mempercayakan penyidikan kasus tersebut kepada Polri, meski sudah ratusan hari belum menemukan titik terang. [ipk]

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini