Panglima Komando Operasi Angkatan Udara II (Pangkoops AU II) Marsekal Muda TNI Henri Alfiandi mendatangi Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) Sjamsudin Noor Banjarbaru, Rabu (27/2) siang. Foto:telusur.co.id

telusur.co.id- Panglima Komando Operasi Angkatan Udara II (Pangkoops AU II) Marsekal Muda TNI Henri Alfiandi mendatangi Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) Sjamsudin Noor Banjarbaru, Rabu (27/2) siang.

Dalam kunjungan kerja nya ini, Pangkoops AU II Marsekal Muda TNI Henri Alfiandi, meninjau beberapa lokasi diantara nya lapangan tembak Lanud Sjamsudin Noor, TK Angkasa, hingga Rumah Sakit TNI AU Sjamsudin Noor.

“Kunjungan kali ini cuma ingin bersilaturahmi dengan prajurit serta keluarga dan ingin melihat progres kinerja di jajaran Lanud Sjamsudin Noor, di tahun 2018 dan apa yang akan dikerjakan di 2019 dalam mendukung dunia Angkatan Udara” ungkap Marsekal Muda TNI Henri Alfiandi.

BACA JUGA :  Jajaran Bea Cukai Harus Bersinergi Lintas Sektoral

Tidak hanya melihat progres kinerja jajaran Lanud Sjamsudin Noor, mantan Danlanud Roesmin Noerjadin Pekanbaru ini juga meminta seluruh jajaran personil TNI AU Lanud Sjamsudin Noor dalam perkembangan situasi negeri dalam menjelang pesta demokrasi Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 untuk menjaga netralitas prajurit TNI AU.

“Berkaitan dengan menghadapi Pemilu 2019, saya melihat personil TNI AU terus menjaga netralitas karena itu adalah perintah pimpinan,” jelas Marsekal Muda TNI Henri Alfiandi.\

Apalagi, tambah Marsekal Muda TNI Henri Alfiandi untuk diketahui dalam jajaran Komando Operasi Angkatan Udara II, yang mencakup wilayah Indonesia bagian timur yang meliputi seluruh Sulawesi, Kalimantan Timur, sebagian Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara, Maluku, sebagian Jawa Tengah dan Papua ini sudah ada oknum prajurit yang menerima tindakan disiplin akibat kasus melanggar netralitas ini.

BACA JUGA :  Ketua DPR Minta Komisi III Bentuk Dewan Pemberantasan Terorisme

“Sudah ada yang ditindak baik itu yang membuat isue hoax maupun isu yang terkait melanggar netralitas, dimana oknum ini tetap dihukum disiplin bahkan disiplinkan, karena ini konsekuensi yang harus diterima apabila ada prajurit yang melanggar,” pungkas alumni Sesko tahun 2013 ini.[asp]

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini