Komisioner Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) I Made Suwandi dalam diskusi publik bertajuk 'Peran Ideal ASN dalam Politik dan Pemilu' di Kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Jumat (5/2/19).

telusur.co.id – Komisioner Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) I Made Suwandi mengatakan, pihaknya menerima setidaknya ada 20 laporan terkait netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN) seluruh Indonesia dalam masa Pemilu 2019.

“Lebih dari 20 laporan lah untuk seluruh Indonesia dan paling banyak soal netralitas ASN,” ujar Suwandi dalam diskusi publik bertajuk ‘Peran Ideal ASN dalam Politik dan Pemilu’ di Kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Jumat (5/2/19).

Diketahui, netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam Pemilu diatur dalam Undang-undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara, Undang-undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu, serta Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil.

BACA JUGA :  Kaukus Insan Cita Untuk Indonesia Minta KPU Transparan

Dia menjelaskan, laporan yang kerap masuk adalah terkait netralitas ASN seperti sekretaris daerah (Sekda) dan kepala dinas dalam Pemilu. Menurutnya, yang sering dilaporkan adalah pejabat eselon dua.

“Sekda sering, kepala dinas juga, pokoknya pejabat eselon dua,” ungkap Suwandi.

Meski demikian, kata dia, dirinya yakin pelaporan di masa Pemilu 2019 tidak sebanyak laporan saat Pilkada serentak 2018 lalu.

Dijelaskannya, pada saat Pilkada serentak 2018 lalu, laporan soal netralitas ASN yang masuk sampai ada 500 laporan.

“Dengan sistem dan aturan yang lebih ketat saat ini, saya yakin untuk Pemilu 2019 laporanya tidak sebanyak itu,” terangnya.

BACA JUGA :  Bawaslu : Titik Krusial Suara ada di TPS dan Rekapitulasi di Kecamatan

Lebih jauh dia menjelaskan, selama ini ASN yang paling banyak dilaporkan berasal dari Sulawesi Utara dan Sulawesi Selatan.

“Sulawesi Utara dan Sulawesi Selatan paling banyak. Itu karena ekspektasi PNS tinggi sekali untuk mendapatkan jabatan tertentu lewat dukungan ke calon tertentu,” terangnya. (ham)

Like :

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini