Bawaslu RI / Net

telusur.co.id – Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Afifuddin mengakui debat capres dan cawapres yang digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) masih banyak yang perlu diperbaiki.

Salah satu yang menjadi sorotan Afif adalah ‘tim hore’ masing-masing kandidat. Menurut dia, tim pemenangan yang hadir di acara debat terlalu banyak, sehingga menimbulkan kegaduhan.

Efeknya, situasi debat kurang efektif dan tidak kondusif karena berbagai teriakan dan yel-yel yang disuarakan masing-masing pendukung calon. Tak itu saja, banyaknya tim hore menjadi pemicu keriuhan.

Menurut Afifuddin, pada debat pertama tercatat sebanyak 100 peserta pendukung dari masing-masing kubu pasangan capres-cawapres. Selanjutnya pada acara debat kedua masing-masing bertambah menjadi 150 peserta pendukung.

BACA JUGA :  KPU Nilai Ajakan Prabowo Salat Bersama Tidak Masalah

“Sehingga untuk besok kami merekomendasikan untuk pendukung cukup 50 orang baik dari pasangan nomor satu maupun dua,” kata dia.

Menurut dia, terlalu banyaknya jumlah pendukung yang hadir memicu keriuhan yang berlebihan yang akhirnya keluar dari etika debat yang disepakati seperti munculnya lontaran teriakan yang bernada ejekan, serta ujaran yang provokatif.

Menurut dia, seandainya jumlah peserta akan diperbanyak, peserta itu sebaiknya berasal dari perwakilan tokoh agama serta akademisi yang diundang KPU yang biasanya memiliki tempat duduk di tengah yang memisahkan pendukung kedua kubu.

BACA JUGA :  Bawaslu Nilai Definisi Netralitas Perlu Diubah, karena...

“Seperti debat capres kemarin begitu salah satu calon menyampaikan visi dan misinya atau menjawab lalu saling ditepuki bahkan diteriaki dengan teriakan provokatif atau ejekan. Ini kan termasuk etika debat yang dilarang,” kata dia. (ham)

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini