Guru Besar Ilmu Politik Universitas Indonesia (UI) Arbi Sanit

telusur.co.id – Ada yang mengkhawatirkan dalam Pemilu 2019 mendatang. Yang paling dominan adalah penggunaan agama dalam politik secara massif.

Begitu dikatakan Guru Besar Ilmu Politik Universitas Indonesia (UI) Arbi Sanit dalam diskusi bertajuk “Pemilu 2019 Bebas Konflik: Pendekatan Keamanan dan Intelijen” di kawasan Sudirman, Jakarta, Sabtu (23/2/19).

“Sekarang agama sedikit mengeras. Golongan yang boleh dikatakan ikuti aliran Mesir dan golongan yang tradisional ini berhadapan benar,” kata Arbi. 

Dia mengungkapkan, ada upaya keras untuk menguasai sumber-sumber negara. Karena politisi tidak punya sumber lain kecuali menguasai negara, menurut dia, untuk merebut itu, maka dalil agama pun dimanfaatkan. 

Saat ini, kata dia, kondisi dimana pemilu berlangsung, arena ini boleh dikatakan situasinya meruncing, karena dampak penggunaan agama juga meruncing. Menurutnya, kondisi saat ini lebih banyak ketegangan. 

Dia menilai, pemakaian agama dalam politik sebelumnya tidak separah saat ini. 

Misalnya di tahun 1999 Indonesia berhasil melewati Pemilu dengan aman tanpa adanya gesekan.

“Jadi itu pemilu yang bisa membawa orang menyumbangkan karyanya untuk memulihkan ekonomi dengan cepat. Boleh dikatakan itu pemilu yang sukses. Demokrasinya juga hebat,” katanya.

Selanjutnya pada Pemilu 2004, 2009 juga sukses. Iklim demokrasi damai tetap terjaga. Masyarakat tak perlu khawatir dalam menentukan pilihannya di Pemilu tersebut. Karena faktor keamanan terjaga dan tidak ada konflik sepert saat ini.‎

“Keamanan dan demokrasi cukup baik. Presidennya cukup sabar diejek dengan kerbau, dia tidak marah. Enggak sampai nangkap orang,” ungkapnya.

Selanjutnya di Pemilu 2014 juga berjalan baik. Walaupun memang persaingan sangat sengit antar kandidat capres dan cawapres. Namun keamanan tetap terjaga. Konflik agama masih sangat kecil tidak seperti sekarang. Sehingga bisa terlewati dengan baik.

“Saya kira kita agak sedikit menurun di pemilu 2014, dan tantangan demokrasi kita juga lebih kompleks. Ada persoalan HAM dan kepuasan masyarakat semakin lama semakin menurun. Saya kira pada pemilu 2019 banyak kekhawatiran masyarakat pada instabilitas politik keamanan,” pungkasnya.

Like :
BACA JUGA :  Guru Besar Politik UI: Pemberantasan Hoaks Harus Komprehensif, Semua Harus Dilibatkan

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini