Peneliti LIPI Syamsuddin Haris. FOTO. telusur.co.id/Tio Pirnando

telusur.co.id – Pengamat politik dari LIPI, Syamsuddin Haris mengingatkan kepada Presiden Jokowi agar tidak menyeret-nyeret TNI dan Polri aktif ke dalam politik. Apalagi, menyeret masuk menduduki lembaga negara.

“Pak Jokowi, janganlah demi dukungan TNI/Polri dan menang dlm pilpres anda biarkan tentara dan polisi aktif masuk kembali ke ranah sipil,” ungkap Syamsuddin, Senin.

Pernyataan Syamsuddin itu untuk menanggapi pernyataan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan di Jakarta International Expo Kemayoran, Minggu (10/2/2019).

Dalam acara silaturahim purnawirawan TNI-Polri dengan calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo itu, Luhut mengaku menyampaikan kepada Presiden Joko Widodo mengenai rencana penempatan perwira TNI di kementerian dan lembaga.

BACA JUGA :  Ketua DPD Minta Semua Pihak Bekerjasama Hadapi Kesenjangan Bangsa

Menurut Luhut, Jokowi setuju agar rencana itu dikaji dan dicarikan payung hukumnya.

Menurut Syamsuddin, jika sampai Presiden mengabulkan keinginan Luhut, berarti Jokowi sudah melakukan pengkhianatan konstitusi.

“Jika anda biarkan, ini akan dicatat sejarah sebagai pengkhianatan terhadap cita-cita reformasi,” tegas Syamsuddin. (ham)

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini