telusur.co.id- Perekonomian yang tidak menentu membuat para pengrajin kayu ukir di Desa Sumita, Gianyar, Bali, meluapkan kekesalannya dengan mengadu pada calon wakil presiden (cawapres) nomor urut 2, Sandiaga Salahuddin Uno.

“Saya asal Sukowati ingin mengeluarkan unek- unek sebagai masyarakat dan pengrajin,” ucap salah satu pengrajin kayu ukir, Wayan Arsana saat berdialog dengan Sandiaga, Sabtu (23/2/19).

Menurut dia, kondisi saat ini tidak seperti beberapa tahun sebelumnya. Dimana semua serba sulit, apalagi harga bahan baku yang mulai tinggi.

“Perjalanan selama empat tahun ini kondisi ekonomi terpuruk,” terangnya.

Untuk itu, dirinya berharap, jika pasangan Prabowo-Sandi menang untuk membenahi ekonomi dan mengembalikan kejayaan industri pengrajin kayu ukir.

BACA JUGA :  Erick Thohir Minta Maaf Soal Lahan Prabowo, Fadli: Tak Boleh Diulangi Lagi

“Saya berharap, Pak Sandi
memberikan solusi yang lebih baik dari sekarang,” pintanya.

“Saya selalu melihat bapak di televisi peduli pada petani, usaha kecil menengah dan rakyat kecil. Semoga kita bisa bisa makmur,” tambah Wayan.

Hal senada diungkapkan pengrajin kayu lainnya, Wayan War. Menurut dia Jika Prabowo dan Sandi terpilih harus memperhatikan pengrajin kecil agar bisa sejahtera,” kata Wayan War.

Mendengar keluhkesah para penrajin kayu ukir, Sandi akan menampung aspirasi dan akan memperjuangkannya. Dia juga berterimakasih atas sambutan yang luar biasa.

BACA JUGA :  Jaga Perdamaian, Elite Politik Diminta Tak Lontarkan Bahasa Provokatif

“Sumita itu artinya kawan. Saya berterimakasih disambut sebagai kawan. Saya juga sudah mendengar apa yang disampaikan Bapak-bapak pengrajin disini. Saya dan Pak Prabowo memang berkomitmen untuk menggerakkan ekonomi rakyat. Kebijakan ekonomi yang berpihak kepada pengusaha kecil dan menengah,” jelas Sandi.

Sandi juga menjanjikan One Kecamatan/Kota/Kabupaten for One Center Entrepreneurship. “Kebetulan di sini akan kami bentuk untukembantu pendampingan, pemasaran,l hingga permodalan. Sehingga seni ukir ini bisa lebih mengglobal dengan membawa kearifan lokal yang kita sebut dengan Glokal,” jelas Sandi.[far]

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini