Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, I Ketut Diarmita. foto net

telusur.co.id – Kementerian Pertanian melalui Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan I Ketut Diarmita, mengklarifikasi kekeliruan informasi yang beredar, bahwa terjadi impor gandum untuk menggantikan impor jagung pakan yang terus dibatasi Pemerintah. 

“Impor gandum pakan bukan sebagai pengganti jagung, melainkan sebagai salah satu komponen formula pakan ternak, karena gandum tidak diproduksi di dalam negeri,” ujar Diarmita di Jakarta, Kamis (21/2/19).

Diarmita menjelaskan bahwa pengaturan pemasukan bahan pakan ternak asal tumbuhan (termasuk gandum) telah diatur dalam Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Nomor 57 Tahun 2015. 

Ia merinci, rekomendasi impor gandum sebagai bahan pakan ternak yang diterbitkan oleh Kementerian Pertanian (Kementan) dari  2011 sampai 2018. 

Berdasarkan data dari Direktur Pakan tahun 2011, impor gandum untuk bahan pakan ternak sebanyak 80.078,7 MT (Metrik Ton), tahun 2012 impor gandum sebanyak 63.195,1 MT, tahun 2013 sebanyak 63.741,4 MT, tahun 2014 sebanyak 104.555,0 MT, tahun 2015 sebanyak 240.015,5 MT, tahun 2016 sebanyak 2.150.094,9 MT dan tahun 2017 sebanyak 186.363,04 MT. 

BACA JUGA :  DPR Pertanyakan Lenyapnya Anggaran Subsidi Benih untuk Petani

“Untuk tahun 2018, rekomendasi pemasukan gandum sebagai bahan pakan ternak tidak ada. Karena tidak ada perusahaan pakan ternak yang mengajukan permohonan impor gandum,” jelasnya. 

Sedangkan rekomendasi impor jagung untuk bahan pakan yang diterbitkan oleh Kementan pada 2011 sebanyak 3.076.375,0 MT, 2012 sebanyak 1.537.501,8 MT, 2013 sebanyak 2.955.840,3 MT, 2014 sebanyak 3.164.061,0 MT, 2015 sebanyak 2.741.966,2 MT, 2016 sebanyak 884.679,0 MT.

“Dan tahun 2017 tidak ada impor jagung untuk bahan pakan ternak. Sedangkan pada tahun 2018, pemerintah melalui Rakortas merencanakan impor jagung sebanyak 180 ribu ton yang dilakukan oleh Perum Bulog. Namun sesuai informasi Perum Bulog realisisasi impor hingga 20 Februari 2019 sebanyak 98,60 ribu ton. 

BACA JUGA :  Kementan Berbagi Pengalaman Penanganan Penyakit Zoonosis kepada 42 Negara

Namun demikian, ia menambahkan, sesuai Permendag No. 21 Tahun 2018 tentang Ketentuan Impor Jagung, bahwa sejak dikeluarkan Permendag di atas Kementerian Pertanian tidak lagi menerbitkan rekomendasi pemasukan Jagung sebagai bahan pakan ternak.

Lebih lanjut, Diarmita sampaikan pada 2016 memang terjadi peningkatan impor gandum untuk bahan pakan ternak sebagai langkah mitigasi resiko. Karena saat itu program peningkatan produksi jagung sedang dalam tahap awal dan pihak pabrik pakan sedang menyiapkan berbagai infrastruktur untuk menyerap jagung lokal. 

Ia juga menjelaskan, bahwa importasi gandum pakan ternak mengalami penurunan pada tahun 2017. Bahkan tahun 2018 Kementerian Pertanian tidak lagi menerbitkan rekomendasi pemasukan gandum sebagai bahan pakan ternak. 

“Ini artinya pernyataan bahwa perusahaan pakan mengimpor gandum sebagai bahan pakan sebesar 3,1 juta ton pada tahun 2017 tidaklah benar,” tegas Diarmita. (ham)

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini