Ketua Umum Partai Persatuan Pempangunan (PPP) Muktamar Jakarta, Humphrey Jemat/ Istimewa

telusur.co.id – Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan Muktamar Jakarta Humphrey Djemat mengatakan, sikap capres nomor urut 1, Jokok Widodo yang menyerang capres nomor urut 2, Prabowo Subianto terkait kepemilikan tanah dalam debat kedua minggu (17/2/19) belum bisa dinyatakan benar.

Pasalnya, menurut dia, tanah itu bukan punya pribadi melainkan milik PT atau perusahaan. Sehingga secara hukum, kepemilikan PT terpisah secara pribadi.

“Dengan menyerang personal soal kepemilikan tanah bisa dinyatakan hoax dan melanggar Undang-undang ITE. Karena tanah itu milik PT, Jadi bukan milik pribadi Prabowo,” kata Humphrey kepada wartawan, Senin (18/2/19).

BACA JUGA :  Pemilih Loyalis Bakal Lari, Jika PPP..

Dijelaskan Humphrey, Pemerintah sebenarnya bisa mendapatkan informasi seluas-luasnya terhadap apapun yang berhubungan dengan bangsa.

Namun, apabila informasi tersebut dipergunakan tidak sesuai aturan, apalagi menjatuhkan seseorang dapat menimbulkan masalah.

“Informasi mengenai kepemilikan tanah oleh Prabowo yang dikatakan oleh Jokowi adalah sangat tendensius, dan dapat menimbulkan keonaran di masyarakat,” katanya.

Oleh karena itu, dirinya melihat, jika ternyata tanah-tanah tersebut terbukti bukan milik Prabowo, maka informasi yang telah menimbulkan keonaran tersebut adalah informasi bohong.

Pernyataan itu Juga dapat dikategorikan sebebagai tindak pidana sebagaimana dimaksud Pasal 14 dan/atau Pasal 15 UU No 1 Tahun 1946 tentang peraturan hukum pidana, dan/atau Pasal 28 ayat (2) UU ITE.

BACA JUGA :  Woww, Romahurmuziy Ngeband..! Katanya Musik Itu Bahasa Universal

“Semua orangg sama dihadapan hukum,” jelas dia.[far]

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini