Presiden USA Donald Trump (kiri) dan Presiden Rusia Vladimir Putin (kanan)/Net

telusur.co.id – Perundingan implementasi perjanjian senjata nuklir antara Amerika Serikat dengan Rusia mandek. Kedua negara sama-sama ngotot dengan kepentingan dan argumennya masing-masing.

Amerika menarik diri dari Perjanjian Senjata Nuklir Jarak Menengah atau Intermediate-Range Nuclear Forces (INF) Treaty karena Rusia tidak mau mematuhi aturan perjanjian tersebut. Sedangkan Rusia, membantah telah melanggar perjanjian.

Apapun alasannya, mandeknya kesepakatan antara Amerika dan Rusia akan menimbulkan kegelisahan di dunia internasional. Sebab, Amerika dan Rusia akan berlomba-lomba dan bersaing membuat kekuatan nuklir terbesar di dunia itu.

Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo mengatakan penghentian sementara itu dapat dicabut bila Rusia telah kembali patuh akan aturan dalam perjanjian tersebut dalam tenggat waktu 60 hari.

BACA JUGA :  Turki Keluarkan Travel Warning, Di Amerika Banyak Aksi Teroris

Diakui Pompeo Rusia masih melanggar kewajibannya untuk tidak memproduksi, memiliki, atau melakukan uji coba peluncuran sistem rudal jarak menengah dengan jangkauan antara 500 dan 5.500 kilometer.

Mendapat tudingan itu, Presiden Rusia Vladimir Putin jelas membantahnya. Putin mengatakan Moskow tidak melanggar perjanjian.

Tetapi, kalaupun Amerika menghentikan sementara, maka, Rusia juga berpandangan yang sama. “Rekan Amerika telah menyatakan menghentikan sementara partisipasi mereka dalam perjanjian tersebut, kami juga menghentikannya untuk sementara,” kata Putin dilansir CNBC.

Pada Oktober lalu, Trump mengatakan AS akan menarik diri dari pakta nuklir yang dibuat di 1987, era Perang Dingin, dan mengirim penasihat keamanan nasional John Bolton untuk secara langsung menyampaikan keputusan itu kepada Kremlin.

BACA JUGA :  Sanksi Terbaru Amerika Tak Akan Melumpuhkan Iran

Rusia, kata Trump, telah melanggar perjanjian tersebut dengan terus membangun dan mengembangkan senjata terlarang itu selama bertahun-tahun.

NATO juga telah menyerukan kepada Moskow untuk segera kembali mematuhi perjanjian tersebut dan menjaga berlangsungnya Pakta INF. (ham)

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini