telusur.co.id – Para petani garam di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, hingga kini masih mengeluh akibat rendahnya harga yang terbilang rendah yaitu Rp 1.000,- perkilogram.

Demikian diucapkan petani garam Nasution di Probolinggo, kepada wartawan, Kamis (14/2/19).

“Harga garam yang tak kunjung naik dan stagnan sejak bulan lalu yakni Rp1.000 per kilogram. Harga tersebut yang dtawarkan tengkulak kepada petani garam,” kata

Menurutnya, petani tidak mengetahui alasan masih rendahnya harga jual garam, padahal harga garam pada periode yang sama tahun lalu cukup tinggi di atas Rp1.500 per kilogram.

BACA JUGA :  Tinggalkan Cara Manual, Pertanian Modern Bisa Untungkan Petani Berlipat-lipat

Bahkan, harganya terus meningkat, karena mayoritas petani tidak memproduksi garam saat musim hujan.

“Para petani tidak memproduksi garam kalau sudah musim hujan, sehingga hanya mengandalkan persediaan garam yang disimpan di dalam gudang karena petani menyimpan sebagian garamnya saat musim kemarau untuk dijual pada musim hujan,” tuturnya.

Ia berharap harga jual garam terus naik seperti harga jual garam di Kabupaten Probolinggo pada tahun 2018 yang sempat menembus Rp3.000 per kilogram. Karena, ia mengaku memiliki persediaan sebanyak 80 ton garam di gudang.[far]

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini