Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono / Ist

telusur.co.id – Mantan Plt Keua Umum PSSI Joko Driyono telah diperiksa sebagai tersangka pengrusakan barang bukti. Pemeriksaan dilakukan oleh penyidik Ditreskrimum Polda Metro Jaya pada Kamis (21/2/19) hingga Jumat (22/2/19) pagi. 

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono mengatakan, dari dua kali pemeriksaan, ada sekitar 40 pertanyaan dari penyidik kepada pria yang karib disapa Jokdri itu. Pertanyaan masih sekitar keterangan formil dan materiil terkait kasus tersebut.

“Yang bersangkutan meminta dijadwalkan tanggal 27 Februari untuk diperiksa lagi,” kata Argo di Mapolda Metro Jaya, Jumat (22/2/19). 

Adapun, alasan penyidik akan kembali memanggil Jokdri, karena belum semua pertanyaan mengenai barang bukti terverifikasi. Oleh karena itu penyidik merasa perlu kembali meminta keterangan Jokdri.

BACA JUGA :  Tak Bisa Hadir, Polisi Jadwal Ulang Pemeriksaan Rocky Gerung

“Tentunya itu nanti pekerjaan penyidik untuk memverifikasi semuanya. Nanti akan dijadwalkan tanggal 27 Februari 2019 jam 10.00 WIB,” terang Argo.

Meski telah berstatus tersangka, polisi belum melakukan penahanan terhadap yang bersangkutan. Argo menjelaskan, keputusan tersebut merupakan wewenang penyidik.

“Semuanya tergantung penyidik, untuk sementara belum ada penahanan,” katanya.

Untuk diketahui, usai menjalani pemeriksaan selama 22 jam, Jokdri mengaku sangat lelah. Dia berharap apa yang disampaikan ke penyidik dapat diterima.

“Mudah-mudahan penjelasan yang saya sampaikan sebagaimana yang diterima dan didengarkan oleh tim penyidik bisa menjadi bahan agar proses ini diharapkan segera tuntas,” kata Jokdri.

BACA JUGA :  Tak Bisa Hadir, Polisi Jadwal Ulang Pemeriksaan Rocky Gerung

Sebelumnya, Satgas Antimafia Bola Polri menetapkan Jokdri sebagai tersangka perusakan barang bukti kasus pengaturan skor, Jumat (15/2/19) lalu.

Jokdri diduga merupakan orang yang memerintahkan tiga tersangka lainnya, yakni Muhammad Mardani Mogot, Musmuliadi, dan Abdul Gofur untuk mencuri dan merusak barang bukti sebelum penyidik Satgas menggeledah kantor Komdis PSSI, Januari lalu.

Atas kasus ini, Jokdri dijerat dengan Pasal 363 dan atau Pasal 235 KUHP dan atau Pasal 233 KUHP dan atau Pasal 232 KUHP dan atau Pasal 221 KUHP juncto Pasal 55 KUHP. (ham)

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini