Pra munas API di Jakarta, Jumat (8/2/19).

telusur.co.id – Perpecahan yang terjadi di sejumlah organisasi advokat di Indonesia, membuat sejumlah pengacara resah. Karena hal itu, sejumlah pengacara pada tahun 2015 mendirikan Asosiasi Pengacara Indonesia (API).

Sekjend DPP API Pangihutan Blasius Haloho mengatakan, selama ini organisasi advokat yang ada di Indonesia hanya mengedepankan kepentingan kelompoknya masing-masing. Untuk itulah API hadir sebagai ruang baru untuk advokat mengekspresikan diri, sekaligus memperjuangkan hak-haknya.

“Pra munas 2 ini kami akan melakukan konsolidasi untuk menentukan sikap ke depannya mau melakukan apa. Nanti akan ada sejumlah rencana, salah satunya sebagai wadah melahirkan advokat yang sesuai dengan tujuan organisasi advokat. Karena advokat adalah profesi yang mulia,” ujar Blasius dalam Pra munas API di Jakarta, Jumat (8/2/19).

Blasius menjelaskan, organisasi advokat yang ada di Indonesia saat ini telah gagal melindungi anggotanya. Padahal para advokat telah memberi kontribusi yang besar untuk organisasi tersebut.

BACA JUGA :  Dilaporkan ke Bawaslu, Ini Tanggapan Sekjen PSI

“Karena dasar itulah API hadir untuk menjawab seluruh persoalan,” tegasnya.

Lebih jauh Blasius menuturkan, API akan memberikan jaminan atas kemampuan intelektual dan kemampuan hukum bagi para anggotanya. Sehingga profesionalitas para advokat akan tetap terjaga.

“Artinya tidak asal-asal jadi advokat jadi kita tidak bingung mempertanggungjawabkan profesi mereka. Banyak advokat yang bermunculan dengan tidak memiliki tujuan yang jelas,” tegasnya.

Selain itu, kata Blasius, ada rencana API untuk memudahkan masyarakat yang tidak mampu yang terkena kasus hukum di daerah. Karena selama ini, masyarakat di daerah terpencil sering kebingungan ketika menghadapi masalah hukum.

“Kita nanti kan ada DPC yang akan membantu, saat ini kita punya DPC di Banten, Pontianak, Ambon, Cilacap dan Flores. Saat ini anggota kita juga sudah ada sekitar 150 advokat,” jelasnya.

BACA JUGA :  Yusril Bantah KPU Advokat yang Nyaleg Tak Boleh Jalankan Profesinya

Sementara itu, Kabid Hubungan Antar Lembaga API, Deolipa Yumara berharap organisasinya dapat membuat para advokat bersatu kembali. Selain itu, dia juga berharap API dapat menjadi organisasi advokat yang berkualitas.

“Harapannya, nanti API bisa menjadi benang merah jembatan organisasi pengacara, agar bisa saling bersatu kembali,” katanya.

Hal senada juga dikatakan salah seorang peserta pramunas API, Eben Eser Ginting. Menurutnya, perpecahan di tubuh organisasi advokat yang ada di Indonesia sudah tidak terkontrol lagi, yang mengakibatkan para anggota tidak memperoleh haknya.

“Sehingga munculnya API ini adalah bentuk dari jawaban setiap orang yang merasa advokat, guna memperoleh hak-haknya yang lebih lanjut dalam hal organisasi,” terangnya. (far)

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini