Said Didu.Foto:Istimewa

telusur.co.id- Banyak hal yang bisa dipertanyakan oleh capres nomor urut dua, Prabowo Subianto, ke Joko Widodo pada debat kedua Pilpres nanti. Khususnya, soal pembangunan infrastruktur.

Begitu saran dari mantan staf Kementerian ESDM Said Didu dalam akun Twitter-nya @saiddidu, Minggu (17/2/19).

“Menurut saya banyak sekali ruang yang patut dipertanyakan oleh paslon 02, baik dari segi konsistensi, tujuan, mekanisme dan proses, maupun dampak kebijakan tersebut,” cuit Said Didu.

Said Didu menjelaskan mengenai pembangunan tol, yang sering disebut-sebut sebagai keberhasilan Jokowi.

Menurut dia, Keberhasilan yang sering ditonjolkan oleh paslon 01 adalah “peresmian” jalan Tol. karena, pembangunan jalan Tol lintas pemerintahan, bukan pekerjaan satu rezim.

Karena, untuk membangun tol, pemerintah harus melalui delapan tahapan. Dan, umumnya lebih dari lima tahun untuk bisa selesaikan semua tahapan. Seperti, study kepadatan lalu lintas, pra study kelayakan, penetapan jalur, Study kelayakan, lelang kepada investor, pembebasan tanah, pembangunan dan peresmian/operasional.

BACA JUGA :  Alasan Ingin Berfikir Bebas, Said Didu Mundur dari PNS

Bahkan, kata Said Didu, tol trans jawa yang dibanggakan Jokowi, merupakan jalan Tol yang direncanakan oleh presiden ke-2 RI,Soeharto sejak 1996, lelang 1997. Pembangunan itu mandek, hingga 2003, karena krisis 1998. Kemudian, pada 2005 – 2014 pembangunan dan penyelesaian masalah kontrak dengan investor. Barulah, 2014 hingga akhir 2018 dapat diresmikan.

Said Didu juga mempertanyakan terkait janji Tol luat Jokowi. “Jarang sekali Presiden Jokowi berpidato, berfoto, atau meresmikan Program ini. Program Tol laut juga tidak pernah kita baca blue printnya seperti apa,” ujarnya.

BACA JUGA :  Batalkan Penyampaian Visi Misi Capres, KPU Bakal Dilaporkan Ke DKPP

Bukan hanya infrakstruktur, Said juga mengkritik Program BBM satu harga, yang juga merupakan salah satu program andalan pemerintahan Jokowi.

Menurut dia, program BBM satu harga itu, bukanlah hal yang baru.

“Tidak ada yg baru krn sejak dulu BBM sdh satu harga di SPBU. Bungkusnya terlalu bagus. Sesuai pernyataan Dirut @pertamina bbrp waktu yg lalu di @tvOneNews bhw volume BBM satu harga sangat kecil – di bawah 1 %. Artinya bahwa sebelum 2014 sdh terjadi BBM satu harga lebih dari 99 % tapi tdk ada yg membungkus Program tsb dg nama BBM satu harga,” tulisnya.[Asp]

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini