telusur.co.id – Sikap Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Muhammad Romahurmuziy, mengintervensi doa yang dipanjatkan KH Maimoen Zoebair ketika menerima Presiden Joko Widodo di Pondok Pesantren Al Anwar, Sarang, Rembang, Jawa Tengah, Jumat petang (2/2/2019), masih manjadi cemoohan masyarakat.

Bahkan, diberbagai media sosial pun Romi menjadi bulan-bulanan para netizen

Menyikapi hal itu, Ketua DPW PPP Jawa Timur, KH Muhammad Ikrom Hasan mengaku kecewa dengan sikap dan kelakuan Romi. Sebab, sebagai pemimpin partai Islam tertua dan umat yang mengerti agama, tidak seharusnya melakukan tindakan tersebut.

BACA JUGA :  PPP Akui Tidak Solid Dukung Jokowi-Mar'uf Amin

“Ini kelakuan yang memalukan. Sangat memalukan bagi kami PPP,” ujar Ketua DPW PPP Jawa Timur, KH Muhammad Ikrom Hasan kepada wartawan, Senin (4/2/19).

Tak hanya itu, dirinya juga melihat cara Romi “menjilat” kekuasaan sudah pada level yang bisa dibilang “gila”. Kiai Ikrom mengatakan, dirinya menerima banyak sekali umpatan kemarahan dari para kader atas kelakuan Romi yang tidak menunjukkan kemuliaan Islam.

“Ia selalu memaksakan kehendak tanpa melihat apa yang diinginkan oleh kader akar rumput. Dia itu ada garis keturunan ulama tapi akhlaknya jauh dari adab Islam,” tambah kiai asal Madura ini.

BACA JUGA :  PPP Dorong Polisi dan Kominfo Berantas Prostitusi Online

Kiai Ikrom mengingatkan, Mbah Moen adalah anggota Majelis Syariah PPP, dan karenanya tidak sepantasnya diperlakukan seperti itu. “Mbah Maemoen itu adalah ulama yang harus dijaga, tidak boleh didikte oleh anak kecil yang baru bisa manggung politik. Jangan juga karena ingin dilihat hebat oleh bosnya langsung ambil mikropon terus paksa ganti doa,” kata Ikrom.

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini