Presiden RI Joko Widodo / Net

telusur.co.id – Direktur Indonesian Public Institute (IPI) Karyono Wibowo menilai, sejumlah program populis yang ditawarkan calon presiden nomor 01 Joko Widodo cukup menarik.

Dalam kampanyenya, kini Jokowi tidak hanya memaparkan capaian pembangunan seperti infrastruktur dan sebagainya, tapi sudah membuat proyeksi ke depan dengan membuat program-program populis dan mendasar seperti meningkatkan kualitas pendidikan dengan menawarkan program Kartu Indonesia Pintar (KIP) sampai kuliah.

“Ini berarti ada peningkatan dari Program KIP sebelumnya yaitu sampai SLTA. Yang menarik lagi adalah tawaran program Pra Kerja Jokowi. Program ini nampaknya sebagai paket kebijakan untuk mengatasi masalah pengangguran,” kata Karyono dalam keterangannya di Jakarta, Senin (25/2/19).

BACA JUGA :  Jokowi Harusnya Marahin Yasonna

Selain itu, program Kartu Sembako Murah adalah program populis untuk menjaga daya beli masyarakat ekonomi lemah. “Ketiga program tersebut mencerminkan karakter Jokowi sebagai pemimpin populis. Namun demikian program tersebut tak lepas dari strategi untuk mendulang suara dalam pilpres 2019.”

Biasanya, kata Karyono, program-program populis sangat disukai masyarakat. Karenanya, program tersebut bisa berpotensi mempengaruhi tingkat dukungan ke Jokowi bisa meningkat.

“Sebagian pemilih yang belum memutuskan (undecided voters) dan pemilih yang masih ragu-ragu bisa berpotensi tertarik dan semakin mantap untuk memilih pasangan Jokowi – Ma’ruf Amin,” kata Karyono.

BACA JUGA :  Tangani Gempa Lombok, Jokowi Akhirnya Teken Inpres

Menurut Karyono, dalam kontestasi politik elektoral, menjual program untuk mempersuasi pemilih adalah keniscayaan sejauh tidak menabrak undang-undang dan peraturan.

Selain itu, yang perlu digarisbawahi, bahwa program yang dijanjikan harus realistis dan logis, artinya program tersebut bisa dilaksanakan.

“Selain itu, yang perlu diingat kandidat adalah program tersebut telah dicatat dalam memori kolektif publik yang harus dibuktikan. Jika janji tersebut tidak bisa diwujudkan maka akan mendapat sanksi sosial,” kata dia. [ipk]

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini