Ketua Progres 98, Faizal Assegaf. (Foto: telusur.co.id)

telusur.co.id – Ketua Progres 98 Faizal Assegaf mengatakan tabiat radikalisme, intoleransi dan terorisme merupakan tabiat buruk dari runutan sejarah arab jahiliyah dan persekutuan jahiliyah yang memunculkan simbol-simbol yang menjadi identitas kelompok tersebut.

Radikalisme kerap menunggangi dan memanfaatkan Islam untuk kepentingan politik dan kekuasaan. Padahal, lanjut Faizal, Islam adalah agama yang penuh kasih dan sangat menghargai perbedaan sebagaimana tradisi di Yaman.

Faizal yang juga Aktivis 98 meminta kelompok pengusung ideologi radikal jangan terlalu larut mengangkat simbol-simbol misalnya tidak menginjak rumput tapi setiap hari menginjak-injak nurani dengan paham yang sektarian dan memecah belah.

BACA JUGA :  Polri Ajak Lawan Hoaks Demi Pemilu yang Aman, Damai dan Sejuk

“Praktik radikalisme ini tidak hanya bisa dilawan dengan pendekatan falsafah teoritis, karena banyak negara yang telah menggunakan opsi pendekatan tersebut mengalami kegagalan. Radikalisme hanya bisa dilawan dengan tindakan tegas”, kata Faizal dalam diskusi Indonesian Public Institute (IPI) bertajuk ‘Pemilu Damai Tanpa Radikalisme, Intoleransi dan Terorisme’ di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, , Sabtu (15/2/19).

Menurut Faizal, Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) telah menjadi pintu masuk paham radikal. Selain itu dalam legal formal, paham radikal ini diinstitusikan oleh Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang memang memperjuangkan untuk memasukkan syariat menurut versinya ke dalam konstitusi negara.

BACA JUGA :  Hoaks dan Beberapa Isu Ini Jadi Kendala Bagi Persiapan Pemilu 2109

Dengan demikian, pemilu bukan sekadar pertarungan politik kekuasaan, tapi juga menjadi ajang pertarungan ideologi antara paham radikal dengan ideologi Pancasila yang melindungi semua kelompok.

“Maka untuk menyelamatkan keberagaman dan kedamaian beragama dan berbangsa di Indonesia, salah satu hal yang dapat dilakukan adalah membubarkan PKS setelah pemerintah membubarkan HTI,” tegas Faizal. (asp)

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini