Rizal Ramli dalam jumpa pers / telusur.co.id

telusur.co.id – Pihak-pihak yang ingin mengembalikan Dwi Fungsi TNI diingatkan untuk mengurungkan rencana tersebut. Sebab pemisahan TNI adalah amanat reformasi.

Demikian disampaikan mantan menteri perekonomian era presiden ke-4 RI, Gus Dur, Rizal Ramli dalam konperensi pers di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Senin (25/2/19).

“Saya mohon maaf, pembubaran Dwi Fungsi ABRI adalah sesuatu tuntutan dari gerakan reformasi,” kata Rizal Ramli.

Menurut Rizal, pemisahan ABRI, yang sekarang TNI, dari sipil adalah kebijakan dari presiden Gus Dur. Ia juga mengaku heran, orang yang memiliki gagasan ingin memperluas jabatan sipil untuk perwira tinggi dan menengah TNI aktif, dulu adalah pembantunya Gus Dur.

BACA JUGA :  Viral Tulisan Alumni UGM Untuk Jokowi: I Don’t Trust Him Anymore

Oleh karenanya, Rizal menegaskan, agar pihak-pihak tersebut tidak sok kuasa untuk mengembalikan Dwi Fungsi TNI.

“Ini merupaka legacy dari presiden Gus Dur, ini mau dihapuskan oleh orang yang juga menteri Gus Dur pada waktu itu. Kami katakan, awas jangan sembarangan, jangan sok jago, sok kuasa ingin mengembalikan Dwi Fungsi ABRI,” kata Rizal.

Selain dirinya, putri-putri Gus Dur juga tidak setuju dengan rencana perluasan jabatan sipil untuk TNI aktif. “Kami tidak setuju, Alissa Wahid tidak setuju, karena ini menghapuskan legacy dari presiden Gus Dur,” kata Rizal. [ipk]

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini