Ekonom Senior, Rizal Ramli / Net

telusur.co.id- Ekonom senior Rizal Ramli mengaku merasa dibohongi saat terlibat kampanye Pilpres 2014 lalu, dimana Joko Widodo berjanji akan membangun Industri mobil nasional Esemka. Namun, saat menjadi presiden hal tersebut tidak terwujud.

“Berjanji akan bangun industri mobil nasional Esemka, ternyata tidak jadi. Akibatnya, harapan dan kebanggaan publik hancur,” kata Rizal dalam konperensi pers di kediamannya, Jalan Bangka, Jakarta Selatan, Sabtu (16/2/19).

“Jadi, saya dengan iktikad baik itu ikut mengkampanyekan. Tapi, ternyata, saya dibohongi. Saya ikut bersalah karena saya mengatakan di depan umum bersama Pak Jokowi,” sambungnya.

BACA JUGA :  Rizal Ramli Sindir Kartu Sakti Jokowi Seperti Jualan Permen Lolypop

Rizal menjelaskan, saat kampanye Pilpres 2014 lalu, dirinya salah satu yang aktif berkampanye, khususnya soal mobil Esemka menjadi industri mobile nasional.

Menurut Rizal, alasan dirinya terlibat kampanye Mobil Esemka, karena jika Jokowi duduk jadi presiden, janji tersebut sangat mudah untuk diwujudkan. Apalagi, dukungan rakyat sangat luar biasa, karena, Indonesia akan memiliki mobil nasional.

“Ternyata, cuma dijadikan alat kampanye, bukan dilaksanakan secara sungguh-sungguh. Rakyat Indonesia tadinya menggebu-gebu, wah kita bakal punya mobil nasional, karena luar negeri sudah bisa bikin, dan respon nya itu luar biasa untuk mobil ESEMKA,” tandasnya.[asp]

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini