Ekonom senior Rizal Ramli. Foto: telusur.co.id/Tio Pirnando

telusur.coi.id– Mantan menteri perekonomian era presiden ke-4 Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, Rizal Ramli mempertanyakan kebijakan-kebijakan impor pangan yang kerap dilakukan oleh pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla (JK). Karena, menurut Rizal, yang diuntungkan atas kebijakan impor tersebut bukan rakyat Indonesia, tapi asing.

“Apakah Anda bekerja untuk petani-petani di Thailand, Vietnam, untuk petani garam besar di Australia? Kenyataannya itu yang terjadi karena mereka yang diuntungkan oleh kebijakan bapak, bukan rakyat kita,” latar Rizal dikediamannya, Jalan Bangka, Kemang, Jakarta Selatan, Sabtu (16/3/19).

BACA JUGA :  Jokowi Segera Tunjuk Pengganti Din Syamsuddin

“Dengan meminjam (utang) semakin besar dengan bunga semakin tinggi, paling tinggi. Mohon maaf bapak presiden, anda bekerja untuk bangkir-bangkir asing yang seneng banget di kasih bunga tinggi sekali atau yield imbal beli,” lanjutnya.

Ekonom senior ini keras mempertanyakan, kerja serta impor yang dilakukan oleh pemerintah sebenarnya untuk siapa. “Saya bertanya kepada Presiden Jokowi, I’m sorry Mr President, who are you working for? Anda bekerja untuk siapa?” kata Rizal mempertanyakan.

Menurut dia, jika pemimpin memiliki sejarah dan warna kebohongan, tentu tidak memiliki lagi kredibilitas untuk membuat janji-janji baru. 

BACA JUGA :  Ini Penjelasan Istana Soal Dana untuk Bagi-bagi Sembako Jokowi

“Janji-janji baru untuk kedaulatan pangan atau untuk kedaulatan keuangan tidak akan kredibel karena pemimpin yang sudah sangat sering berbohong tidak layak untuk membuat janji-janji baru. Fear dong?” tandasnya. (asp)

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini