Anggota BPN Prabowo-Sandi, Ferdinand Hutahaean. (Foto: telusur.co.id/Fahri)

telusur.co.id– Etika Capres petahana Joko Widodo saat debat kedua Pilpre 2019 tadi malam di menjadi sorotan publik. Serangan dimaksud terkait dengan Jokowi menyinggung kepemilikan lahan Prabowo di Aceh dan Kalimantan.

Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Ferdinand Hutahean menyatakan, sudah ada aturan penyelenggara pemilu bahwa tidak boleh menyerang secara pribadi.

“Serangan pak Jokowi, karena dia memfitnah dan menyerang pribadi Pak Prabowo itu melanggar aturan. Tidak patut, di luar etika fatsun politik,” kata Ferdinand kepada telusur.co.id, Senin (18/2/19).

Politikus Partai Demokrat mengaku, pihaknya yang menyaksikan serangan tersebut sempat geram, lantaran Prabowo tak membalas. Namun begitu, Ia memuji sikap capres nomor urut 02, karena tidak terpencing dan tetap tenang. Hal itu memperlihatkan kenegarawanannya sebagai seorang pemimpin.

BACA JUGA :  Sindir Jokowi, Fadli Zon : Membangun Infrakstruktur Bukan Prestasi Tapi Kewajiban

Kata Ferdinand, Prabowo hanya mengkritik kebijakan pemerintah dengan objektif. Tak hanya itu, Ferdinand mengklaim, Prabowo juga memberikan solusi terkait mengurus bangsa.

“Pak Prabowo sebagai Negarawan tidak menyerang balik serang-serangan yang dilakukan Jokowi yang meski serangan itu adalah hoax fitnah,” tandasnya. (ham)

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini