Presiden Joko Widodo didampingi Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan saat menemui Ketum Partai Gerindra Prabowo Subianto di Hambalang, Bogor, Jawa Barat / Net

telusur.co.id – Presiden Joko Widodo, yang juga Capres petahana itu kembali menyinggung konsesi lahan yang dikuasai oleh segelintir orang.

Jokowi menyampaikan hal itu dalam pidato kebangsaan di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Jawa Barat, Minggu malam (24/2/19).

“Nah, nah, nah jika ada penerima konsesi besar yang mau mengembalikan ke negara, saya tunggu sekarang,” kata Jokowi.

“Dan (lahan) akan saya bagikan untuk rakyat kecil,” kata Jokowi melanjutkan ucapannya yang sempat terhenti lantaran riuh para massa yang hadir berteriak ‘kembalikan-kembalikan-kembalikan’.

“Masih banyak rakyat yang membutuhkan.”

Lahan Prabowo Subianto

Soal kepemilikan lahan, awal mencuat di dalam debat capres ronde 2, Minggu malam (17/2/19). Kala itu, Jokowi menyebut nama Prabowo Subianto, lawannya di Pilpres 2019 itu, memiliki 120 ribu hektare lahan di Aceh Tengah dan 220 ribu hektare lahan di Kalimantan Timur.

Prabowo tak malu-malu, ia mengakui memang memiliki ratusan ribu lahan di wilayah tersebut namun dalam bentuk Hak Guna Usaha (HGU).

Akan tetapi, Prabowo telah melepaskan sebagian lahan yang dimiliki PT Kertas Kraft Aceh. Hal itu sebagaimana disampaikan Tokoh media asal Jawa Timur, Dahlan Iskan.

Dahlan mengatakan, Prabowo melakukan hal tersebut saat dirinya menjabat Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pada 2012 silam.

Hal serupa juga disampaikan Wakil Ketua DPP Partai Gerindra Arief Poyuono. Ia mengatakan Prabowo telah melepas sebagian lahan yang dimiliki di Aceh kepada perusahaan pelat merah PT Inhutani IV (Persero).

Dalam keterangan kepada redaksi, beberapa hari lalu, koordinator Partai Gerindra Kalimantan Barat itu mengatakan alasan Prabowo rela melepas sebagian lahan tersebut karena melihat kepentingan umum yang lebih besar.

Lahan Luhut Binsar Pandjaitan

Akibat dari pernyataan Jokowi yang dinilai banyak orang menyerang Prabowo, isu penguasaan lahan terus melebar dan menjadi kontroversi hingga akhirnya menyeret nama Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan (LBP).

Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga menyoal kepemilikan lahan oleh Luhut. Bahkan, BPN menyinggu soal LBP yang merupakan pejabat negara, sedangkan Prabowo bukan siapa-siapa.

Senior Prabowo di Kopassus itu tidak tinggal diam. Dirinya justru mempertanyakan apa salahnya jika ia memiliki lahan berstatus HGU, sama seperti ‘adik’ Prabowo.

Luhut pun menegaskan dirinya sudah tidak lagi memiliki bisnis yang saat ini masih dikelola. Seluruh bisnis yang dimilikinya, sudah dilepas sejak ia terpilih menjadi menteri.

Bahkan dirinya berkelekar jika terbukti masih ada, Luhut mempersilakan siapapun yang menginginkannya untuk diambil alih.

Jadi, tantangan Jokowi soal konsesi besar untuk Luhut atau Prabowo? [ipk]

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini