Anggota Fraksi Gerindra MPR RI, Ahmad Riza Patria.Foto:Bambang Tri P / telusur.co.id

telusur.co.id – Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Ahmad Riza Patria menilai, bahwa dalam debat Pilpres kedua beberapa waktu lalu, capres petahana Joko Widodo (Jokowi) sengaja ingin menjebak Prabowo Subianto dengan pertanyaan soal unicorn. Riza mengungkapkan, Jokowi berpikir bahwa Prabowo tidak mengetahui soal unicorn.

Menurutnya, Prabowo tahu persis apa itu unicorn. Saat debat, Prabowo hanya menegaskan kembali apa yang dimaksud unicorn oleh Jokowi. Sebab, bahasa Inggris Jokowi tidak jelas menyebut unicorn.

“Pak Prabowo itu lama di luar negeri, bahasa Inggrisnya fasih. Prancis, Jerman juga. Kalau Pak Jokowi, mohon maaf, masih belepotan bahasa inggrisnya. Jadi Pak Prabowo mengulang Pak Jokowi, unicon apa unicorn, beda corn pake R sama corn tanpa R. Makanya ditanya apakah itu yang online-online?” kata Riza dalam diskusi di bilangan Jakarta Pusat, Kamis (21/2/19).

BACA JUGA :  Singgung Propaganda Rusia, Tudingan Jokowi Dibantah Kedubes Rusia

Dia menilai, saat Prabowo menanyakan kembali apakah unicorn itu yang “online-online” adalah Prabowo coba menurunkan grade nya, supaya Jokowi mengerti.

“Jadi di situ Pak Jokowi ingin menjebak, menyerang Pak Prabowo. Tapi yang terlihat sebaliknya, kelihatan siapa yang lebih cerdas, lebih pintar,” terang Politikus Gerindra itu.

Bicara unicorn, lanjut dia, Prabowo kongkrit menyampaikan bahwa dirinya mendukung unicorn, online, inovasi kreatif, teknologi, e-commerce dan sebagainya. Dia menjelaskan, Prabowo mendukung, menghargai dan memberi ruang yang besar terhadap hal itu. 

“Tapi, ada tapinya, mbok ya jangan dipajak-pajakin dulu. Itu kongkrit, pengusaha senang, masyarakat senang. Startup yang dibangun pemuda, milenial, (Prabowo) senang. Karena ini pemasukan baru, devisa baru, lapangan pekerjaan baru. Jadi kongkrit mendukung,” tuturnya.

Yang kedua, jangan dikenakan pajak dulu. Dan yang ketiga yang tidak kalah penting, jangan sampai teknologi ini justru kalau tidak disikapi secara bijak, secara baik, akan memindahkan kekayaan Indonesia keluar lebih cepat. 

BACA JUGA :  Jokowi Open House Di Istana Bogor, Warga Boleh Datang

“Karena Pak Prabowo concernnya kekayaan kita ada 11.400 triliun ada di luar. Cuma 5.600 sekian ada di dalam. Jadi uang kita harus ada di dalam, jangan kekayaan kita yang diambil oleh para konglomerat pengusaha, dinikmati sumberdaya alam kita, diinggalkan hasil tambang rusak, kemudian uang dibawa keluar, itu yang tidak diinginkan Pak Prabowo,” tegas Riza. 

“Kita tidak melarang pengusaha dalam negeri maupun luar negeri berinvestasi atau berusaha di Indonesia. Tapi mbok ya tau diri, abis ngambil keuntungan tolong dong diinvestasikan, diberdayakan masyarakat, dibuka lapangan pekerjaan, kan itu yang diminta oleh beliau,” tandasnya. (ham)

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini