Rusdianto Samawa/Dok Pribadi


Oleh: Rusdianto*.

Saya amati dari Kecamatan Maronge hingga Kecamatan Tarano, perbatasan Sumbawa – Dompu. Daerah ini belum ada Tempat Pembuangan Sampah secara tetap. Sebenarnya, perlu diantisipasi kedepan karena volume sampah meningkat tajam.

Pengamatan itu akan bisa terkelola dengan baik, apabila pemerintah segera memberi warning akan bahaya tidak terkelolanya sampah. Beberapa sungai yang berada diwilayah Desa Bonto, Desa Labuhan Jambu, Desa Boal, Desa Plampang hingga sungai Desa Maronge maupun Desa Simu, sampah tidak terkendali dengan baik.

Karena itu, selaras dengan Program Gubernur NTB Dr. Zulkiflimansyah yakni Zero Waste yang dimulai dari produksi sampai berakhirnya suatu proses produksi sehingga terhindar terjadinya produksi sampah. Konsep Zero Waste Gubernur NTB, ini salah satunya dengan menerapkan prinsip 3 R (Reduce, Reuse, Recycle).

Maka, pemerintah Kabupaten Sumbawa bisa mengambil momentum untuk bekerjasama secara baik dengan pemerintah Provinsi NTB, agar Sumbawa terbebas dari sampah (Zero Waste).

Zero Waste diterapkan berdasarkan beberapa pengalaman negara-negara maju yang mendorong perancangan ulang daur sumberdaya, dari sistem linier pengelolaan sampah menuju siklus tertutup, sehingga semua produk digunakan kembali. Sehingga meminimalisir tidak ada sampah yang dikirim ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dan teknologi termal lainnya (gasifikasi, pirolisis).

BACA JUGA :  Pulau Sumbawa Diguncang Gempa

Pelajaran penting yang harus disuguhkan pemerintah Kab. Sumbawa adalah ketepatan proses pengelolaan sumberdaya. Misi bebas sampah harus menjadi tujuan etis, ekonomis, efisien, dan visioner, untuk memandu masyarakat dalam mengubah gaya hidup dan praktik-praktik mereka dalam meniru siklus alami yang berkelanjutan, dimana semua material yang tidak terpakai lagi dirancang untuk menjadi sumber daya bagi pihak lain untuk menggunakannya.

Bebas sampah berarti merancang dan mengelola produk dan proses untuk secara sistematis menghindari dan menghilangkan jumlah dan daya racun limbah dan material, melestarikan dan memulihkan semua sumber daya, dan tidak membakar atau menguburnya.

Menghilangkan sampah perlu keterlibatan secara intensif terutama dari industri dan pemerintah. Pengelolaan sampah juga dilakukan untuk memulihkan sumber daya alam (resources recovery). Pengelolaan sampah bisa melibatkan zat padat, cair, gas dengan keterampilan khusus untuk masing-masing jenis zat.

BACA JUGA :  Kisah Guru Honorer: Penjaga Toilet Umum dan Kerja Serabutan Termasuk Selingkuh

Pemerintah Kab. Sumbawa harus antisipasi bencana ledakan gunung sampah. Belajar dari pengalaman ledakan gunung sampah yang banyak memakan korban jiwa. Pemerintah harus menata sistem pengelolaan sampah yang tidak layak sehingga menyebabkan bertumpuknya gas metan di dalam gunungan sampah beralibat pada ledakan tersebut.

Karena semakin hari masyarakat Kabupaten Sumbawa terus bertambah dan beragam aktivitasnya yang menghasilkan sampah hingga melebihi kemampuan alam untuk menyerapnya.

Terakhir, sebaiknya pemerintah Kabupaten Sumbawa menemas kebijakan pada level keberpihakan pada lingkungan dan merumuskan solusi pengelolaan sampah, sehingga Sumbawa terbebas dari tekanan penumpukan sampah. ***

*Rusdianto, Caleg Partai Persatuan Pembangunan (PPP) DPRD Kabupaten Sumbawa, Nomor Urut 8, Dapil III Meliputi Kec. Tarano, Empang, Plampang, Labangka dan Maronge.

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini