Dewan Pengarah BPN Prabowo-Sandi, Fadli Zon / telusur.co.id

telusur.co.id – Dewan Pengarah Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Fadli Zon, angkat bicara terkait tagar sandiwara uno.

Menurut Fadli, tidak ada sandiwara yang dilakukan oleh kubu Prabowo-Sandi. Fadli justru menilai, selama ini yang banyak melakukan sandiwara dan drama adalah kubu petahana, khususnya Capres Joko Widodo.

“Kan sudah banyak terbukti dari bukti-bukti digital, jejak-jejak digital, yang pakai photo ops, mulai dari pembukaan Asian Games naik motor trail segala macam, siapa yang sandiwara?” kata Fadli di Sekretariat Nasional Prabowo-Sandi, Jalan HOS Cokroaminoto, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (12/2/19).

Menurutnya, pihak petahana justru terlalu banyak main sandiwara dan drama. Bahkan dia menyebut pencitraan yang dilakukan oleh Jokowi sudah brutal, bukan lagi keterlaluan.

BACA JUGA :  Soal SandiwaraUno, Ferdinand: Mungkin Pendukung Jokowi Biasa Lihat Pencitraan

“Menurut saya, bukan hanya keterlaluan, ini pencitraan yang brutal. Termasuk kemarin juga yang di mobil itu (saat Jokowi dihampiri ibu-ibu di acara deklarasi alumni SMA se-Jakatta di GBK), saya kira ramai tanggapan orang bahwa itu seperti diskenariokan,” ungkapnya.

“Jadi menurut saya yang paling banyak main sandiwara ya petahana. Saya kira banyak buktinya, rekam jejaknya yang seperti diarahkan oleh sutradara, cuma mungkin sutradaranya kurang profesional aja,” tandasnya.

Sebelumnya, kubu TKN Jokowi-Ma’ruf menyebut apa yang dilakukan cawapres nomor urut 02, Sandiaga Uno bersandiwara saat mengunjungi korban banjir di Kecamatan Tamalate, Kelurahan Mangasa, Makasar Sulawesi Selatan, Sabtu (26/1/2019) lalu. Sandi terlihat menyapa salah satu korban banjir yang berlumuran lumpur.

BACA JUGA :  Kata Fadli Zon, Prabowo Sudah Kuasai Materi Debat Kedua di Luar Kepala

Foto tersebut menjadi viral di media sosial karena hanya bagian depannya saja yang terkena lumur, sedangkan bagian belakang pria tersebut bersih. Akibatnya, muncul tagar #KembaliSandiwaraUno.

“Dari laporan yang kami terima yang di Makassar itu adalah Sandiwara Uno. Rakyat akan melihat mana yang tangisan beneran mana lumpur kerja keras dan mana lumpur polesan itu rakyat melihat jadi politik panggung sandiwara banyak diciptakan,” kata Sekretaris TKN Hasto Kristianto.[asp]

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini