Ilustrasi

telusur.co.id – Polres Metro Jakarta Timur menangkap seorang pelaku pembacokan saat tawuran yang terjadi di Bali Mester, Jatinegara, Jumat (22/2/19). Dalam peristiwa berdarah itu, seorang remaja berinisial HS tewas setelah terkena bacok.

Kasubag Humas Polres Metro Jakarta Timur AKP Diah Tin Agustina mengatakan, tawuran bermula dari saling ejek di Facebook. Sebelum kejadian, korban dan teman-temannya berkumpul di lokasi untuk tawuran.

“Datang sekelompok pemuda dari arah Pisangan Baru, Matraman dan menyerang korban. Lalu terjadi tawuran yang mengakibatkan korban luka bacok senjata tajam jenis parang di bagian punggung belakang sebelah kiri,” kata Diah dalam keterangan tertulisnya, Senin (25/2/19).

Diah menjelaskan, menurut keterangan juru parkir di sekitar lokasi, korban bergerak maju menyerang lawannya seorang diri. Nahas, korban terpeleset dan akhirnya jatuh di depan lawannya.

“Pelaku menggunakan senjata tajam mendekat dan membacokkan parang ke arah punggung kanan korban. Korban sempat berlari menyelamatkan diri namun akhirnya terjatuh,” kata dia.

Melihat korban terjatuh, kata Diah, teman-temannya langsung berusaha menyelamatkannya. Namun sayang, nyawa korban melayang tidak lama setelah tiba di Rumah Sakit Premier.

“Minggu (24/2/19) Polres Metro Jaktim dan Polsek Jatinegara melakukan penyelidikan untuk mengetahui siapa pelaku pembacokan terhadap korban.”

Diah menjelaskan, dari informasi yang didapat, akhirnya polisi berhasil meringkus pelaku berinisial MR. Remaja 16 tahun ini ditangkap bersama barang bukti parang yang sempat dititipkan di rumah temannya.

“Pelaku berhasil ditangkap beserta barang bukti yang digunakan,” kata dia.

Sebelumnya, tawuran antar dua kelompok massa di Jakarta kembali memakan korban jiwa. Kali ini remaja berinisial HS (18) menjadi korban tawuran yang terjadi di kawasan Stamplat Bogor, Jatinegara, Jakarta Timur pada Jumat (22/2/19) dini hari.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Timur AKBP Ida Ketut mengatakan, peristiwa berdarah itu terjadi sekitar Jumat dini hari sekitar pukul 03.00 WIB. Ketika itu, memang sejumlah remaja tengah berkumpul di sekitar lokasi kejadian.

Penyebab tawuran diduga karena saling ejek antar dua kelompok massa ini. Terlebih lagi wilayah tersebut memang kerap dijadikan tempat berkumpul para pemuda, sehingga potensi terjadinya tawuran cukup tinggi. [ipk]

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini